Tampilkan postingan dengan label drama menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drama menyusui. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2018

Mammae Abberans Saat Menyusui


Maaf ini posting rada aib, kalau laki-laki ga usah baca yaaa.. Hehehe.. Tapi saya merasa masih sedikit sekali yang sharing tentang hal ini (sempet googling sana sini, kalau pakai bahasa inggris banyaknya ke case study medical tapi mau ngeklik aja, kayanya super complicated)

Pernah engga merasa ada jendolan aneh di sekitar payudara dan ketiak? 

Selama ini saya hanya mengira bahwa saya memiliki lemak berlebih di sekitar ketiak yang biasa dipanggil armpit fat ditambah saya juga punya flabby arms 😁.

Source


Suatu saat ketika saya mengandung Ammar di usia kehamilan awal, saya menyadari bahwa ada benjolan seperti kelereng di kedua ketiak saya dengan ukuran yang berbeda. Penyebab yang pertama kali saya duga adalah kebiasaan saya mencabut bulu ketiak pakai pinset. Takutnya kebiasaan tersebut mungkin mengganggu kelenjar di bawah kulit sehingga menimbulkan benjolan ditambah pemakaian deodorant gitu karena kan kalo dicabut dengan pinset sampai ke akar tuh, tidak seperti kalau shaving. Yang kedua yang saya takutkan adalah, tumor jinak atau apapun mungkin yang bisa mengarah ke kanker.

Akhirnya pergi lah saya ke dokter spesialis bedah di RS Hermina Bekasi. Lupa nama dokternya siapa, tapi beliau seorang laki-laki paruh baya. Hmmm, namanya juga orang agak sedeng ya, mau periksa kelenjar ketiak ya harus buka baju dan dilihat ketiaknya dong. Eh sayanya malu dan ragu-ragu, kebetulan dokternya rada galak dan maunya buru-buru. Akhirnya doi pundung, jadi diagnosisnya hanya berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan. Seperti “Sejak Kapan ada Benjolan?” à Nah jangan lupa diinget-inget kapannya ya. Karena saya sedang hamil, jadi dokter pun menduga kemungkinan bahwa saya memiliki mammae aberans. (Yang penasaran mammae aberans kaya apa, googling imagenya aja yaaa, hehehe)

Saya juga mengirimkan foto ketiak saya ke teman saya yang masih dokter umum, sesama perempuan jadinya ga malu, untuk mencari second opinion. Nah menurut dia bisa jadi seperti yang diungkapkan dokter ahli bedah sebelumnya, kecil kemungkinannya karena teknik pencabutan bulu ketiak dengan pinset.

Karena masih belum begitu mengganggu dan teralihkan pikirannya, saya tidak melanjutkan proses untuk treatment mammae aberans.

Lalu saat itu datang, yang membuat minggu-minggu awal saya setelah melahirkan menjadi miserable. Saya mulai menyusui, kelenjar payudara semakin aktif untuk produksi ASI, ditambah suplemen penambah ASI yang diresepkan oleh dr OBGYN, ikut aktiflah payudara tambahan yang ada di ketiak saya. Yang awalnya sebesar kelereng menjadi sebesar telur ayam dan sangat sakit jika ditekan, sampai-sampai saya tidak dapat mengepitkan tangan karena sakitnya.

Saya pun konsultasi dengan dr OBGYN saya tentang mammae aberans ini. Beliau tidak menyarankan untuk di operasi, karena keponakannya ada yang dioperasi, namun tak lama kemudian, kelenjar tambahan ini muncul lagi. Selain itu, mammae aberans masuk kategori kongenital atau bawaan lahir which means tidak dicover asuransi.

Kejadian ini pun berulang lagi setelah melahirkan anak kedua. Nyut-nyutan sekali rasanya. Tapi yang kedua kali ini, Alhamdulillah dalam 3 hari sudah membaik dibandingkan saat pertama kali dulu. Yang berbeda adalah:

  1. Pumping – Waktu pertama kali dulu, saya masih belum paham manfaat dari pumping. Lah manajemen waktu aja belum bagus, rasanya pumping buang-buang waktu. Eh sekarang kerasa banget karena rajin pumping dari awal bisa sangat meredakan bengkaknya payudara. Nah karena si mammae aberans ini kan kelenjar payudara juga, jadi dengan pumping bisa meredakan juga.
  2. Mandi Air Panas – Kalau sudah pumping, trus dilanjut mandi air panas. Beuhhhh, nikmat. Kalau saya pakai shower, angkat tangan dan arahkan… Nyesssss, enak banget, benjolannya melunak karena kena air panas. Semakin lama semakin mengecil juga, akhirnya ngga sakit lagi deh. Selain itu mandi air panas bisa meningkatkan hormon oksitosin alias hormon bahagia yang sangat diperlukan oleh ibu menyusui.

Source

Jadi pada intinya sih untuk meredakan mammae aberans saat menyusui sebenarnya sama  dengan cara meredakan bengkak payudara. Bagi yang mengalaminya, bisa dicoba ya. Jangan menyerah. Soalnya waktu lagi sakit-sakitnya, saya sampai minta-minta pengen operasi aja rasanya. Tetapi googling-googling pengalaman orang-orang yang menjalani operasi ini, pasca operasinya sakit sekali. Selain itu saya takut akan mempengaruhi produksi ASI saya plussss balik lagi, ngga ditanggung asuransi.

Oh iya, beberapa orang lain juga ada yang merasakan benjolan si mammae aberans saat masa datang bulan (atau masa-masa lain sebelum menikah ataupun hamil). Setiap orang berbeda-beda, saya sendiri baru merasakan/baru sadar kehadirannya saat hamil. Mungkin sebelumnya sudah ada tapi tidak sadar. Jika tidak mengganggu dan ukurannya tidak terlalu besar, maka operasi tidak terlalu disarankan walaupun banyak juga yang menjadikan estetika sebagai alasan untuk melakukan operasi.