Tampilkan postingan dengan label stroller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stroller. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2018

Ide Hadiah Lahiran yang Bermanfaat


Pic Credit


Holaaa semua,

Mumpung saya lagi ngga ngantuk dan anak-anak lagi pulas tidur, nulis post lagi ahhh... Kali ini saya ingin memberikan daftar ide hadiah untuk orang yang baru melahirkan, terutama untuk yang baru melahirkan anak pertama. Hadiah-hadiah dibawah ini yang saya rasa perlu dan kalau dibeli secara patungan tidak memberatkan. Pas banget kalau belinya barengan buat teman sekantor atau se gank. 

Oh iya, biasanya hadiah-hadiah di bawah ini ada di wishlistnya expectant mothers. Jadi jangan lupa tanya langsung ke orangnya ya kalau-kalau dia sudah ada taksiran atau inceran. Kalau untuk hadiah lahiran sih tidak perlu surprise tidak apa-apa supaya tetap berfaedah hadiah yang digunakan dan tidak berakhir dengan dijual oleh yang nerima kado, "...NEW, EX-KADO"

1. Breast Pump

Ini menurut saya wajib dimiliki oleh seorang ibu baik dia bekerja ataupun tidak. Kalau bekerja, jelas sebagai penyambung antara Ibu dan Anak selama ditinggal bekerja. Kalaupun tidak bekerja, breast pump tetap diperlukan loh (ini yang biasanya orang banyak salah kaprah). Pengalaman anak kedua, saya sudah tidak bekerja, tapi saya tetap memompa karena anak saya penggemar minum satu sisi saja, sisi yang lain dianggurin dan suka bengkak, jadi harus tetap rajin memompa. Belum lagi kalau bayinya ada kemungkinan kuning (biasanya yang suami istri beda golongan darah, istrinya O, udh pasti kalah) karena ibu dan anak beda golongan darah, mesti nginep dulu di inkubator, mau ga mau harus minum asi perah.


Pic Source

Menurut pribadi sih yang paling saya sukai yang dual pump elektrik biar menghemat waktu gitu, apalagi saat bekerja dulu, membantu banget kalau pompanya yang double. Di masa awal kembali bekerja biasanya masih perlu memompa saat di kantor 3x sehari untuk menjaga suplai asi, kebayang kan lamanya kalo pakai satu pompa aja. Kisaran harga pompa elektrik yang single pump biasanya dari 800 ribuan (yang mereknya masih jelas) sedangkan untuk double pump ada di 1,4 juta ke atas.

BACA JUGA: REVIEW: MALISH ILARIA DOUBLE BREASTPUMP 

Tapi kalau mau beli sendiri aja atau yang diajak patungan untuk beli pompa kurang ramai, bisa juga coba beliin silicon breast pump (kisaran harga di bawah 150rb udah dapat yang merk mooimom). Untuk manual yang merk Medela mulai dari 400ribuan juga sudah ada kok.

2. Sterilizer

Menurut saya sih ini perlu dan bisa kepakai seterusnya, kebetulan saya punyanya yang Panasonic Dsterilizer. Jadi dia sekaligus tempat naruh perkakas bayi seperti botol dan peralatan pompa. Menginjak MPASI bisa untuk piring, sendok, dan teman-temannya. Bahkan sekarang sering dipakai neneknya anak-anak untuk sterilin wadah yang ingin dipakai buat bikin yoghurt. Berguna banget dan praktis. Walaupun si sterilizer ini hanya sampai 80 derajat. Pada masa awal-awal (saat anaknya masih dibawah 6 bulan) setelah saya cuci botolnya, biasanya saya bilas dengan air panas, lalu dimasukkan ke Panasonic Dsterile ini sekalian untuk meniriskan airnya). Kisaran harga sterilizer ini adalah 800 ribu rupiah.

Ada juga sterilizer lain yang mahal dan sophisticated serta berguna kalau ibu atau bapak si anak itu juga buka praktek dokter gigi (bisa buat steril alat-alat sampai HP dan mainan), UPang UV Sterilizer. Tapi harganya sampai 3 jutaan. Hehehehehe.


Tapi kalau menurut hemat saya, dunia kan ga steril yak, kalo terlalu lebay semuanya steril sama aja ngebuat anak jadi bubble boy sih?

3. Baby Carrier

Nah, ini menurut saya termasuk baby gear wajib untuk dimiliki. Kenapa? Karena ada anak yang ngga betah di stroller, tapi kalau ngegendong, pasti ada masa bayi harus ta' gendong kemana-mana.

Pilihan paling aman kalau patungannya ramean atau sedivisi, mungkin bisa beliin Ergobaby Carrier yang Original (range harga 2,3 jutaan ke atas). Model ergobaby ini biasanya yang paling disukai dan "aman". Boleh juga cari yang model hipseat carrier nya i-angel yang harganya juga lumayan mahal, tapi kalau model hipseat masih banyak pro kontra tentang keamanannya.

Personal Opinion: Ergobaby tetap yang terenak


Untuk yang ga patungan, pilihan teraman adalah GEOS alias Gendongan Kaos. Yakin deh kepake, soalnya mamah zaman now jarang yang bisa pakai jarik. Harga geos sendiri cukup terjangkau mulai dari 75 ribu - 150 ribu.

4. Stroller



Stroller juga termasuk salah satu yang lebih baik ditanyakan langsung jikalau yang diberi hadiah sudah punya taksiran. Pertimbangan memilih stroller itu banyak dan berbeda-beda setiap orangnya. Beberapa pertimbangan seperti:
  • Posisi dudukan stroller, bisa full recline (rebahan) atau tidak
  • Bisa forward dan rear facing atau tidak
  • Berat stroller (termasuk paling utama)
  • Ketahanan (dinilai dari kemampuan melewati medan, bisa melewati jalan agak bergelombang atau cocoknya untuk jalan mulus seperti lantai mall)
  • Bisa dilipat dengan hanya menggunakan 1 tangan atau tidak
  • Bisa masuk kabin pesawat atau tidak
  • Dan lain sebagainya
Tuh panjang kan pertimbangannya, jadi sebenarnya lebih enak tanya langsung biar beneran kepakai. Kalau taksiran saya sih stroler-strolernya Aprica yang ringan, bisa front and rear facing, bisa fully recline, bisa dilipat hanya dengan satu tangan. Ehhh, tapi saya udah ada dua stroller hehhehe.

5. Hadiah untuk Ibunya

Biasanya orang sering banget terfokus sama hadiah buat bayinya, nah sekali-kali inget ibunya dong (yang udah susah-susah lahirin dan ngurus anak, loh kok jadi curhat~). This is also a very nice gesture show that you care about her. Berikut ide hadiah untuk ibu yang bagus menurut saya:

  • Baju dengan akses menyusui (lebih spesial lagi kalo akses menyusuinya memang bukaan kanan kiri, bukan sekedar resleting depan, tapi kalo lucu, gapapa juga sihh hihihi). Untuk yang agak premium ada Nyonya Nursing Wear, menengah ada Simply Store, yang banyak kasual dan kaos-kaosan ada Mamigaya.
  • Nursing apron, ini bakal kepakai banget terutama buat ibu menyusui yang tidak memakai kerudung atau kerudungnya pendek (soalnya saya jadi syar'i sekarang gara-gara menyusui dan males bawa apron *lohhh, niatnya ga bener). Nah bisa juga kasih hadiah bergo/jilbab instan yang panjang, biasanya awal-awal sangat berguna dan sering dipakai, karena praktis dan menutupi kalau sedang menyusui.
  • Lipstik, a little lipstick never hurts. Lumayan ngebantu mood juga loh apalagi awal-awal menjadi ibu biasanya lumayan berat. Engga mesti lipstik sih, coba pikirin kira-kira apa skin care yang diperlukan atau make up yang disukai si ibu.

Semoga bermanfaat! 𝨾






Senin, 10 April 2017

Memilih Baby Gear yang tepat untuk Traveling

Hola!

Tumben banget malam ini saya belum ketiduran setelah Ammar tidur. Biasanya saya ikutan ketiduran pas Ammar tidur sambil mimik 😏

Masih terkait sama pengalaman trip kemarin, saya mau sharing tentang pemakaian baby carrier dan stroller saat traveling. Berdasarkan pendapat sotoy saya, berikut beberapa poin yang penting menjadi pertimbangan dalam memilih moda angkut anak kita:

1.     Usia dan Kondisi Fisik Anak

Jalan-jalan dengan newborn, di atas 6 bulan, di bawah 2 tahun, balita, dll, pasti semuanya berbeda dan memiliki tantangan tersendiri. Kalau newborn, mungkin masih harus lebih hati-hati dan rentan. Di atas 6 bulan, sudah MPASI dan lebih banyak berkegiatan. Toddler yang sudah bisa lari kesana kemari lain lagi ceritanya. Oleh karena itu, usia menjadi salah satu faktor penting dalam merencanakan perjalanan. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab:
·        Apakah kita masih mampu untuk menggendongnya dalam waktu lama?
·        Apakah anak terbiasa ditaruh di stroller?
·        Sudah banyak dan lincahkah pergerakan dia?
Kebetulan di perjalanan lalu, Ammar berumur 7 bulan dan ada di fase belajar merangkak. Ammar bukanlah bayi roti sobek, jadi waktu 7 bulan itu beratnya masih 7 kg. Dia terbiasa ditaruh di stroller terutama kalau strollernya jalan terus. Bahkan doi lebih suka liat jalan dibandingkan liat orang tuanya yang dorong (percuma deh nak, beli stroller yang parent facing). Saat itu pun si Ammar masih pada fase belajar merangkak yang masih 11-12 sama kodok. Dengan pertimbangan itulah akhirnya saya bawa stroller dan baby carrier juga. Stroller yang saya gunakan Peg Perego Si Switch sedangkan Baby CarriernyaErgobaby 360 (versi KW).


2.      Waktu/Musim saat Traveling

Eits, yang di atas itu tidak cukup. Sebagai mahluk tropis yang sebelumnya belum pernah merasakan snow fall sebelumnya, pengalaman trip ke US kemarin di awal Maret membuat saya cukup jera. Dengan asumsi sudah akhir winter, saya pikir sih cincai lahh ya ngga usah beli stroller foot muff (sayang kalau cuma sekali dipakai) modal selimut tebel aja lah nanti.
Saya salah besar saudara-saudara. Ternyata global warming cukup berdampak dalam menggeser waktu pergantian musim. Iyapp, walaupun akhir winter harusnya sudah mulai hangat, saya malah ngerasain badai salju yang sampai membuat sekolah-sekolah di New York City dan West Coast pada umumnya tutup. Di hari-hari lainnya, suhu minus dengan angin yang super ga santai.

Apa kabar stroller? Selain di airport, ngga kepakai, Ammar lebih nyaman di pelukan saya dengan baby carrier. Di saat yang dingin sekali (suhu yang tidak nyaman) ternyata anak saya malah masuk mode hibernasi, jadi dia tidur, sambil mimik. Apakah ada yang punya pengalaman juga mengenai ini? 
Alhasil saya kemana-mana dengan carrier dengan Ammar yang tidur sambal mimik sampai terlepas sendiri. Sepertinya dia mendapat kehangatan dari posisi itu. Sayanya juga pun diuntungkan karena jadi lebih hangat juga. Setiap kali kita memasuki ruangan museum atau indoor lainnya yang lebih hangat, Ammar langsung bangun, tapi pas kita keluar ruangan dan disambut angin dingin, doi langsung tidur lagi.

 

3.     Kondisi Tujuan

Ini juga penting banget dan menurut saya NYC itu ngga stroller friendly. Bisa baca juga pendapat native newyorker ttg stroller disini. Walaupun setiap saya kemana-mana, hampir semua ibu-ibu membawa anaknya di stroller, namun sepertinya akan lebih ribet untuk bawa stroller saat naik-turun bis dan subway karena aksesnya banyak juga yang tidak ada lift. Selain itu tipe stroller yang mereka gunakan Jogger Stroller yang ban belakangnya besar-besar untuk menerjang salju kali yaaa…Kalau udah punya keluarga kayanya bakal lebih milih tinggal di suburb atau ke new jersey sih kayanya and mostly sih jarang pake kendaraan umum. Beda cerita kalau kita ke mall di Jakarta naik mobil pribadi ya, pastinya lebih nyaman bawa stroller biar kegiatan cuci mata makin lancar, hehehe...

Tambahan-tambahan sotoy lainnya:
·   Invest in a good baby carrier, soalnya kemarin ergo saya sempat putus jahitannya karena saya lepasnya juga salah. Entah hal ini akan sama atau tidak kalau saya pakai yang original. Padahal menurut saya sih untuk kenyamanan dalam memakai dan distribusi beban, ergobaby cukup juara. Akhirnya kemarin saya beli carrier lain yang murah di Target tapi engga bisa ngadep depan.
·        Pelajari medan tempat tujuan dengan baik. Jangan menggampangkan, karena faktor kenyamanan itu sangat penting saat traveling bersama anak. Ngga bisa lagi gaya-gaya koboy jaman muda pas backpacker-an dulu.
·  Ada saat dimana stroller bisa membantu kita membawa barang-barang kalaupun anak tidak duduk di dalamnya. Namun ada saatnya juga stroller menuh-menuhin bagasi kita sehingga kita jadi harus pesan Uber XL yang lebih mahal ketika harus menggunakan uber.


Untuk trip selanjutnya, pengalaman ini cukup menjadi pertimbangan saya. Whoaaa ga sabar gimana ya rasanya bawa Ammar pas udah lari kesana kemari...