Belajar MPASI bersama AIMI Depok

9:44 AM


Pic Source


Dua bulan lagi Salsa mau MPASI. Waaaa ini adalah tahap yang paling saya takutin dan ribet. Berat Ammar naiknya pelan bener di fase ini dan lama-lama stuck padahal Ammar pas ASIX mah berisi dan catch up ama anak lainnya walaupun BBLR. Nah sekarang Salsa si anak BBLR juga, tapi di masa ASIX ini naiknya tiap bulan cuma seupil, kalo anak lain naik 400 gr seminggu, Salsa mah sebulan. Sedih aku tuhhh... Nah paham kan jadinya, kenapa saya takut soalnya punya modal cadangan ga banyak kalo tau-tau MPASInya ga lancar.

Suami saya langsung sudah siap mau beliin alat MPASI yang canggih-canggih demi kesuksesan MPASI Salsa. Eh terus dapat kabar dari teman kalau AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Depok buka kelas MPASI. Yowessss, saya langsung mendaftatkan diri untuk ikutan, tidak lupa menyeret suami juga.

Pas Ammar dulu pengetahuan MPASI saya seadanya, dengan alibi sebagai ibu bekerja, bagi saya yang penting 4 bintang dan tidak jarang agar tidak repot saya kasih yang instan. Duh, ibu malas banget kan. Tapi sekarang Ammar (23 bulan) adalah anak yang sangat pemilih alias picky eater. Pusing saya dibuatnya setiap harus dikasih makan. Saya ngga mau kejadian terulang di Salsa dan ini menjadi motivasi saya untuk ikut kelas MPASI ini. Tidak lupa saya mengajak suami untuk ikut kelas ini, karena kalau anak ngga makan, sayanya yang pusing dan senewen, kalo saya senewen, yang kena kan dia juga hehehe...

Kelas MPASI dengan AIMI Depok ini diberikan oleh Mbak Yuna dan Mbak Nia. Materinya terbagi menjadi 3 bagian yaitu: Pentingnya MPASI, Cara Pemberian dan Penyajian MPASI, serta Tantangan dalam Memberikan MPASI (kalau ga salah ya). Ini versi rada-rada inget-inget lagi, soalnya kertas materinya di mobil kebawa suami ke Cirebon. 



Kenapa mesti MPASI: Karena ASI saja mulai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi anak. MPASI atau Makanan Pendamping ASI mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan atau 180 hari karena waktu ini dianggap organ pencernaan telah siap.

Tanda-tanda anak siap diberikan MPASI adalah sebagai berikut:
  • Bayi sudah dapat duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya.
  • Bayi sudah mau membuka mulut lebar-lebar bila didekatkan dengan sendok
  • Bayi tertarik dengan makanan yang kita makan
  • Reflek menjulurkan lidah sudah berkurang.

Peragaan membuat MPASI
Yang utamanya adalah, MPASI itu sebenarnya mudah, lokal dan terjangkau. Jadi ngga usah maksain ngasih anak yang aneh-aneh dan sehari-hari keluarganya ga makan. Ya buat coba coba sekali-kali boleh lah. Misalnya kalau ngga biasa makan zucchini, ga usah bela-belain beli zucchini jauh-jauh. *btw, gw bahkan ga tau zucchini apaan. Beli di tukang sayur lewat pun sudah oke kok.

Alat-alat untuk MPASI juga ngga ribet-ribet kok, selain yang ada di dapur, paling butuhnya saringan kawat saja, jadi tidak perlu khusus membeli alat MPASI. Walaupun kalau mau traveling lumayan membantu kalau pakai yang tipe baby food maker kaya dibawah. Kalau mau pakai slow cooker juga tidak apa-apa, setidaknya sehabis MPASI berakhir masih bisa dibuat untuk makanan lain.


Baby Food Maker

6 bulan (2 minggu pertama, Tahap Perkenalan)

Bentuk: Puree (lebih kental dari bubur ayam, kalau sendok dimiringin ga langsung jatuh)
Frekuensi: 1-2x sehari
Jumlah: 2-3 sendok makan orang dewasa
Pada 2 minggu pertama ini, yang diberikan adalah menu tunggal, terserah mau mulai dari buah-buahan kah, atau protein agar bayi mengetahui rasanya. 

Setelah menu tunggal, bisa dilanjutkan dengan menu 4 bintang (karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta lemak tambahan). Nah yang ini juga sama, lemak tambahan ngga harus UB (unsalted butter) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil), minyak goreng kelapa (mungkin maksudnya semacam Barco kali ya) yang ada di rumah juga boleh (masih baru ya, bukannya jelantah atau habis goreng).

Ini kemarin dicontohin foto begini juga pas di kelas kalau ngga salah. Source: zonamama.com


6.5 – 9 bulan

Bentuk: Bubur Saring
Frekuensi: 2-3x sehari
Jumlah: 125 ml

Kalau bisa berikan makanan sevariasi mungkin supaya si anak mencoba berbagai macam rasa. Ini penting supaya dia tidak asing dengan rasa dan menjadi pemakan segala (hehehee). 

Nah cara bikinnya bisa dengan dikukus bahan-bahannya, terus dimash dan disaring pakai saringan besi. Penyajian di piringnya tidak perlu dicampur sebenarnya (ya kaya orang dewasa, ada yang tim makan bubur ayam diaduk, ada yang ngga). Hal ini dimaksudkan agar anak dapat merasakan perbedaan masing-masing rasanya.

Karena lokal dan terjangkau, maka akan lebih mudah jika diberikan dari menu keluarga (Nah, yang susah itu yang ngga rajin masak kaya saya, seringnya Gofood, atau masakannya ga sehat, hehhee). Misalnya hari itu masaknya Sop Ayam isinya ada wortel, buncis, kentang, daging ayam, sebelum ditambahkan garam dan perasa lainnya sisihkan untuk MPASI hari itu.


9 – 12 bulan

Bentuk: Mulai lebih kasar, Anak sudah mulai  bisa pegang makanan (coba kasih finger food)
Frekuensi: 3x sehari, 2x selingan (snack)
Banyaknya: 125-200 ml

Bisa naikkan teksturnya sesuai kemampuan anak selama dia mau dan tidak tersedak. Waktu kemarin saya menanyakan tentang anak saya Ammar yang dari bubur langsung skip ke nasi (hampir tidak ada fase nasi tim), katanya tidak apa-apa asal anaknya mau. Oh iya metode finger food bisa dikombinasikan dengan spoon feeding ya, jadi si anak tetap fun tapi tetap banyak yang masuk.


12 bulan ke atas

Sudah disamakan dengan menu keluarga. Yuhuuu.. Walaupun melihat keadaan si anak juga.

Selama pemberian MPASI sebaiknya:

  • Sesuaikan tekstur saat makanan sudah matang, jadi dimasak dulu baru dihaluskan dan sebagainya. Jangan gunakan tepung beras, ini berarti penyesuaian tekstur sebelum dimasak, karena rentan dapat menyebabkan sembelit.
  • Sebaiknya tidak memberikan tambahan perasa seperti gula dan garam sebelum umur 1 tahun. Karena toleransi rasa orang Indonesia yang sangat asin dan sangat manis tidak baik untuk bayi (kan kita sering nyobain, kok kayanya masih hambar, padahal buat bayi sudah cukup gurih).
  • Dilakukan secara aktif responsif (anak aktif menyambut makanan, ibu responsive terhadap anak,  dengan kata lain jangan disambi main hp kali yaaa)
  • Lebih menyenangkan jika bersama-sama dengan jam makan anggota keluarga lain
  • Jangan dicampur dengan kegiatan lain seperti nonton tv apalagi gadget. 
  • Ibu jangan marah-marah di depan anak kalau lagi GTM, senyum aja. Marah-marahnya ke suami aja (beneran loh pematerinya ngomong gini, hihihihi). Dan jangan pula dibawa jalan-jalan atau main-main, solusi sementara saja, nanti repot ke depannya karena persepsi si anak akan berubah menjadi kalo makan mesti jalan-jalan.
  • Kalau GTM karena sakit atau tumbuh gigi dsb, coba turunin tekstur dulu aja, tetap tawarkan makan ya, jangan malah berhenti.
  • Jika anak minta ASI terlebih dahulu tidak apa-apa, jeda 15 menit dari disusui baru bisa mulai dikasih makan. Berbeda dengan Susu Formula yang membuat kenyang perut, kalau ASI dia tetap membuat anak siap makan lagi setelah mimik.
  • Untuk mengetahui jikalau ada reaksi alergi, sebaiknya membuat jurnal catatan apa yang dimakan anak. (Reaksi alergi dapat melalui kulit seperti eczema, napas grok grok, pencernaan mencret ataupun sembelit)

Nah pada intinya, MPASI bukan sekedar pemberian makanan untuk anak dalam rangka pemenuhan gap kebutuhan energi si anak, tetapi juga waktu untuk mengenalkan berbagai jenis makanan agar kelak anak menjadi pemakan segala (ini anaknya Mbak Yuna yang jadi instruktur jadi gini loh, #mommygoals banget kan).

Alhamdulillah, saya merasa sih ikutan kelas ini berguna, karena jujur sebelumnya saya pikir MPASI itu super ribet apalagi kalo liat Instagram (kok banyak bahan-bahan yang saya ga familiar gituu). Yang tadinya saya takut, jadinya rada penasaran barang kali peruntungan BB Salsa membaik pas masuk MPASI dan semoga kesalahan saya yang dulu saat MPASI Ammar tidak terulang lagi.

Ada 3 bapak yang ikutan disini

Nanti kalau saya ingat lagi diupdate yaa (atau mungkin saya share juga implementasinya, hehehe).. Oh iya AIMI Depok mau ngadain Kelas MPASI lagi bulan September, yang ngisi dr Asti, konsuler ASI yang terkenal (tapi ku pun belum pernah coba, hanya dengar aja).

Details click here


You Might Also Like

0 comments

Subscribe