Tampilkan postingan dengan label BPN 30 Days Blog Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPN 30 Days Blog Challenge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2018

Gabung Komunitas Blogger? Penting Ga Sih?


Day 4 of BPN 30 Day Blog Challenge - Kenapa Bergabung di Blogger Perempuan Network (BPN)?

Kyaaaa tuh kan ketiduran, udah ngedraft lewat HP, terus rencana mau bangun malam setelah anak-anak tidur, eh malah bablas udah ganti hari. Gapapa lahh yaaa... Di Amerika masih tanggal 23 November kok, hehehhe.

Pertama kali tahu tentang Komunitas Blogger Perempuan adalah saat saya menyadari bahwa banyak blog yang saya kunjungi memasang banner Blogger Perempuan ini. Alasan awalnya simpel, perlu identitas hihihi. Saya anaknya suka "nge-gank", kalau ga gabung dimana kayanya kurang afdol. Fear of Missing Out Syndrome, hehehe. Dengan kata lain, perlu identitas!

Salah satu hal yang paling saya sukai dari Blogger Perempuan yang berbeda dibandingkan dengan komunitas lain adalah grup Facebooknya yang teratur. Setiap harinya admin grup, Mbak Alaika Fithria, biasanya akan mempost 1 foto sebagai pembuka postingan untuk tema blog yang sudah ditentukan setiap harinya. Para anggota boleh memberikan link blog yang sesuai dengan tema di dalam kolom komentar. Terkadang saya ikut meramaikan, terkadang hanya blogwalking saja judul-judul yang menarik. Tak jarang pula saya "menyangkut" pada blog yang sama tanpa sadar terlebih dahulu siapa yang menulisnya. Akhirnya saya jadi sering mengunjungi blog itu (Eitsss itu mah tema blog challenge buat hari ke-9 ya). Contohnya seperti di bawah ini


Jadi semacam ada katalog artikel blog untuk dibaca. Topik yang paling sering saya baca sih lumayan banyak seperti Fashion and Beauty di hari Senin (kalau yang ini saya lebih sering jadi pembaca daripada nitip link), Blogging dan Social Media di hari Rabu, serta Friendship, Family, Parenting, Health and Love di hari Kamis. 

BACA JUGA: Makeup Emak Rempong dalam 3 Menit (1-1nya Artikel Beauty saya, hihihi. Walaupun setiap nyobain skincare baru mah suka saya foto supaya siapa tau bakalan ada mood buat nulisinnya)


Dan ternyata dengan bergabung dengan komunitas blogger perempuan banyak manfaatnya loh.

  • Nambah teman - Biasanya kalau habis ngetag bloggerperempuan di media sosial terutama Instagram, bakal ada follower baru yang minta folback. Setelah itu lama kelamaan jadi sering liat kesehariannya dari Instastory dan juga tulisan-tulisannya dari post di Instagram feednya. Lama kelamaan akhirnya seperti menjadi teman saja. 
  • Belajar dan studi banding gaya tulisan orang lain - Lewat blogwalking, saya jadi tau bagaimana tulisan yang bagus dan berkualitas (kalau saya mah masih jauh yaa). Oh iya ga jarang saya menemukan Ibu Rumah Tangga yang blognya produktif banget padahal anaknya lebih banyak dari saya. Hal ini semacam bikin motivasi loh.
  • Memperkaya wawasan - BPN suka membahas topik-topik terkait blogging, mulai dari strategi SEO, software yang dapat digunakan dan membantu dalam menciptakan content, dan lain-lain. Hal-hal seperti ini juga sering saya dapatkan dari tulisan-tulisan blogger lain yang bergabung di BPN. Kadang jadi minder sendiri, pada keren-keren banget euy dan tak jarang yang sudah menjadi mata pencaharian lewat blogger.
  • Event Blogger Gathering pertama saya ya dari BPN ini loh. Biasanya saya kalau daftar untuk mengikuti suatu event untuk blogger sering ga kebagian salah satunya karena mungkin masih pemula banget serta DA/PA saya masih rendah. Ehhhh tapi kemarin saya masih dikasih kepercayaan untuk ikutan acara talkshow tentang parenting di dunia digital. Lumayan nambah pengetahuan secara gratis (dan dapet uang transport juga, hihihi... Ga nyangka sih, norce banget yaa saya)
  • BPN juga menyediakan program partnership dengan syarat mempunyai follower min. 500 di IG dan Twitter. Karena twitter saya kurang hidup dan yang aktif pun 4L (Lo Lagi Lo Lagi), jadi saya tidak memenuhi persyaratan ini. Usul dong BPN, syaratnya Instagram ajaa, hehehe.
BACA JUGA: Blogger Gathering Pertama Saya di SIS Bonavista
Terima kasih ya BPN untuk kesempatan belajarnya :)


Kamis, 22 November 2018

Kenapa Mesti Oh!


Asal muasal memilih ohsumayyah sebagai nama blog adalah berawal dari akun twitter saya sedari dulu. Saya termasuk yang agak lambat membuat twitter, bahkan ibu saya sudah punya twitter duluan. Eits tapi doi mah emang super gaul hehehe... 


Dulu saya pikir nama akun twitter harus alay atau catchy gitu.. Jadilah kutambahkan kata "oh" di depan namaku. Selain itu kalau ditambahkan kata "ih" nanti jadinya kaya jijik ga sih, hahahaha...

Saat buat Instagram pun, engga kepikiran nama lain dan biar sekalian sama gitu sama twitternya. Kalau sama usernamenya kan jadi lebih mudah mengingatnya. Bahkan sampai sekarang salah satu email yang sering saya gunakan mengandung unsur nama mantan loh, hahahaha. Bukannya belum move on, tetapi memang emailnya sudah dibuat dari zaman SMA dan beberapa kali saya bikin email baru pengganti, saya lupa terus id dan kata sandinya, yowis lahhh... Untung suami saya mah ga baper, dia paham betul istrinya suka pelupa masalah id dan kata sandi. Toh itu bukan email professional, cuma email untuk daftar newsletter dan promosi sana sini biar dapat diskon, hehehe.



Domain blog ini sendiri sebenarnya saya beli belum lama, baru sekitar 5 bulan yang lalu. Tapi saya teringat pernah liat contoh kartu nama yang super asyik di boredpanda, oleh karena itu saya memutuskan untuk menyamakan nama blog saya dengan username twitter dan instagram saya.

Asyik banget kan liatnya

Kata Oh sendiri (dari hasil googling tentunya) adalah ungkapan exclamation atau seruan yang digunakan untuk mengungkapkan berbagai emosi seperti terkejut, marah, kecewa, senang, atau ketika merespon sesuatu yang baru saja dikatakan.

Sebenarnya saat saya ikut blogger gathering beberapa bulan lalu, ada yang bilang, "loh nama blog jangan alay dong biar profesional". Jadi rada ciut juga, kan udah beli domain setaun ke depan masa diganti. Tapi kesini-sini mikirnya, yaudahlah gapapa biar catchy dan gampang diingat...

Jadi kalau nyebut oh dalam ohsumayyah bagi kamu gimana? Terkejut, marah, kzl, atau senang? Semoga yang positif yaaa...