Sebulan Resmi Jadi Mamak Anak 2

5:22 PM



Alhamdulillah, sebulan sudah keluarga kecil saya kedatangan anggota baru. Namanya Salsabila Tanisha Nugraha, seorang anak perempuan yang dilahirkan pada tanggal 23 Maret 2018 yang lalu. Sebulan bersama dengan newborn yang pertama sebelumnya pernah saya tulis di sini. Kali ini saya mau berbagi cerita tentang yang kedua. Iya, semuanya berbeda. Kondisi sekitar dan psikis saya pun juga berbeda. Sebenarnya udah nangkring lama itu draft yang isinya beda hamil pertama dan kedua. Tapi apa daya lah, saya si ibu wacana.

Hi, salsa mungil!

Proses Persalinan

Hari itu, tanggal 22 Maret 2018, saya merasakan kontraksi yang tidak biasanya, hilang timbul. Kontraksi seperti apa saat pembukaan awal, saya tidak tahu, karena saat Ammar saya mengalami ketuban pecah dini (KPD) dengan kondisi sudah pembukaan 3. Sehabis sholat maghrib, saya dan suami berniat iseng mengecek "jangan-jangan sudah bukaan". Benar saja, ketika sampai dan diperiksa oleh Bidan di Ruang VK, ternyata saya sudah pembukaan 2. Tetapi bidan tersebut menyarankan untuk pulang saja, karena kontraksi saya belum intens. Akhirnya sekitar pukul 20.30 kami keluar dari Rumah Sakit, had last dinner before labour, Ayam Bakar Mas Mono.

Persalinan kedua ini terasa lebih panjang dan melelahkan, karena sebelumnya seharian saya belum istirahat sama sekali dan sibuk beres-beres. Belum lagi saya baru pulang dari Rumah Sakit tanggal 21 karena Ammar sempat dirawat 3 hari karena dehidrasi. Sekitar jam 10 malam, saya minta masuk lagi ke ruang VK, karena kontraksinya semakin sering dan intens. Benar saja, pembukaan saya sudah masuk pembukaan 3. Jam 12 malam baru masuk pembukaan 4. Ya Allah, kok lama banget sih rasanya, gimana ibu-ibu yang ngalamin belasan jam yaa. Alhamdulillah, setelah itu pembukaan naik dengan cepat. Ketuban pecah secara naturan dan akhirnya...

.. Salsabila Tanisha Nugraha dilahirkan pada tanggal 23 Maret 2018 pada pukul 02.30 pagi melalui persalinan normal dengan berat 2,3 kg (sahajaaaa). Padahal saya naik 17 kg saat hamil Salsa sedangkan saat hamil Ammar (lahir 2,4 kg) naiknya 9 kg. Setelah melahirkan berat badan turun 3 kg saja, sampai sebulan melahirkan masih nyisa 10 kg dan stretchmark (see it as a sexy battle scar, babe) di beberapa tempat :(

Breastfeeding

Alhamdulillah, drama menyusui saya di bulan pertama ini minim. De' Salsa reflek menyusuinya sudah bagus dari hari pertama. Isapannya sangat kuat sampai saya lecet saat masih di rumah sakit dibandingkan saat Ammar. Sempat panik, takutnya terlalu gragas dan pelekatannya akan susah benar seperti Ammar dulu tapi nyatanya setelah itu langsung benar dan sampai saat ini saya tidak mengalami lecet.

Ada satu hal yang mungkin tidak dialami oleh semua ibu-ibu dan cukup membuat saya menderita di hari-hari awal (sama seperti saat Ammar dulu). Saya memiliki mammae aberans yang merupakan kelainan bawaan lahir dimana saya memiliki jaringan payudara tambahan di tempat lain, yaitu ketiak. Tentang mammae aberans ini akan saya buatkan postnya tersendiri (Insya Allah, karena memang sedikit sekali yang membahas). Pada hari-hari awal biasanya dr OBGYN akan meresepkan suplemen pelancar ASI seperti molocco dan sejenisnya. Lagi-lagi Alhamdulillah, saya memang tipe yang ASInya langsung keluar setelah melahirkan. Saya trauma sebenarnya minum suplemen penambah ASI karena biasanya payudara akan terasa bengkak, dan bonusnya ya benjolan sebesar telur di kedua ketiak saya yang rasanya sangat nyut-nyutan. Tidur sakit, posisi tangan biasa aja juga sakit. Tetapi yang sekarang saya sudah memahami esensi dari memompa, jadi saya rajin memompa dan mandi air panas, Alhamdulillah, dalam tiga hari, benjolan di sekitar ketiak mengempes dan tidak sakit lagi.

Kegiatan pumping sekarang saya rutin lakukan sehari sekali atau paling sedikit dua hari sekali jika tidak sempat. Waktu Ammar dulu saya merasa pumping merepotkan dan saya tidak punya waktu untuk itu. Tapi pumping benar-benar membuat sebulan pertama saya lebih indah, karena sungguh berjalan dengan Breast Engorgement ataupun payudara dengan penuh saluran mampet dan grinjelan sangat tidak enak. Kali kedua ini, saya sudah tidak punya tuntutan untuk menabung ASI karena saya sudah tidak kerja kantoran, tetapi menurut saya pumping ini penting dan perlu dilakukan baik untuk ibu bekerja ataupun tidak. Yang membedakan mungkin hanya frekuensinya saja. Plus saya rada ngarep jadi cepat kurus gituuuu...

Oh iya, saya masih pakai double pump yang sebelumnya saya pakai, Malish Ilaria. Ini berguna banget untuk menghemat waktu mompa. Sekarang rata-rata saya hanya menghabiskan waktu 20 menit untuk persiapan dan kegiatan memompa. Waktu dulu jaman sebulan pertama Ammar, saya pakai yang single pump dan itu juga untuk memompa sehari sekali rasanya tidak ada waktu, totalnya bisa 1 jam sendiri!

Masih setia sama Malish Ilaria

Hi, Aa' Ammar ini Adek Salsa

Yang ada di pikiran saya setelah melahirkan adalah reaksi Ammar ketika nanti melihat adiknya untuk pertama kali. Bakalan sayang adik ngga yaaa... Pas pertama kali melihat adiknya, Ammar terlihat bingung, ini siapa yaaa... Walaupun sudah sering dikenalkan bahwa di dalam perut bunda ada adik, sekarang adiknya sudah keluar. Karena Ammar juga kadang suka poker face, ya begitu deh, datar aja mukanya. Tapi dia hanya ngebolehin bundanya yang gendong adik. 

Foto pertama berempat di rumah sakit - lebih fokus sama sepatu, baiklahh


Saat saya masih di rumah sakit, Ammar tidak ikut menginap. Sesampainya di rumah, malam pertama kami berempat tidur sekamar cukup challenging. Ammar bukanlah anak yang harus menempel terus dengan saya, namun ritual tidur adalah salah satu yang paling sakral dimana saya harus memeluk erat dia dengan satu tangan dia tibani (memastikan bahwa saya tidak pergi) dan tangan satu lagi melingkari tubuhnya. Setiap kali adiknya menangis dan saya ingin beranjak, Ammar memegangi tangan saya erat agar tidak bisa kemana-mana, lalu biasanya saya coba beri pengertian "Ammar, sebentar ya, De'Salsa mau mimik bunda, dia ngga bisa minum yang lain kecuali susu bunda". Lama-kelamaan Ammar mulai kompromi, sembari saya menyusui adiknya di samping dengan posisi duduk, di sebelah dia tiduran sambil mengelus-ngelus siku saya. Sekarang, terkadang yang penting hanya bersentuhan anggota tubuh. Hehehe, makasih Aa' Ammar 😊😍😄

Aa' Ammar sayang banget sama de' Salsa. Setiap saat kalau dekat de' salsa harus banget nyium. Awalnya nyiumnya terlalu lama dan keras (jadi dia seperti menaruh kepalanya di atas kepala Salsa) diikuti dengan bunyi "mmuuuuachhh". Biasanya setelah itu Salsa menangis, dan Ammar malah makin mencium dan mencoba memeluknya karena selama ini kalau dia menangis atau tantrum, kami akan memeluknya. He got pure intention tapi kadang bikin adiknya ngga nyaman. Hehehhe

Sayang adik, paling semangat disuruh mangku adiknya

Terus begadang ngga? 

Alhamdulillah sebulan pertama saya minim begadang, hanya bangun maksimal 2-3 kali. Tapi belakangan ini setelah lewat satu bulan, si adek malah mulai suka nangis-nangis kenceng, engga mau mimik kecuali saya mompa dulu, harus ditimang-timang. Jadi bikin begadang, plus karena sambil nangis kenceng, engga bisa disambi emaknya nonton youtube atau main HP (boro-borooo). Untungnya Ammar sudah ngga bertingkah lagi dan tetap nyenyak bobo saat adiknya nangis jejeritan, one less problem lahhhh...

Penampilan Sebulan Pertama

Alhamdulillah lagiiii, yang kali ini saya hampir engga bergo-an (jilbab kaos instan) sama sekali. Kemana-mana saya masih sempat pakai kerudung penitian. Setiap hari pasti sempet mandi minimal banget sekali, kalau lagi beruntung bisa 2x. Beda banget lah pokoknya sama yang pertama walaupun sekarang anaknya dua. Somehow I managed to be more efficient and effective.


Ada beberapa point yang harus diperhatikan/dipersiapkan untuk dihadapi jika anda masih:
  1. Menyusui kakaknya: Ammar sudah tidak menyusui, tapi melihat pengalaman kakak sepupu dimana terkadang kakaknya suka ngegeplak adiknya dan rebutan minum susu, ada baiknya dicari penyelesaiannya jika kakak masih menyusu saat adik akan lahir. 
  2. Co-Sleeping: Banyak yang akhirnya memisahkan kakaknya untuk tidur di tempat lain bersama neneknya atau siapapun terpisah dari adiknya. Tetapi selama hampir 40 hari bersama, hanya 2x Ammar tidak tidur bersama saya. Awal-awalnya waktu tidur terasa berat karena kecemburuan abangnya, namun lama kelamaan akhirnya dia belajar untuk lebih toleransi terhadap adiknya, jadi mungkin dengan tidak memisahkan abangnya justru berdampak baik, karena dia tidak merasa di-excluded-kan. Walaupun sebenarnya tidur beramai-ramai dalam satu bed terutama dengan newborn meningkatkan resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) tetapi ada kalanya kita tidak punya pilihan lain selain itu menurut statistik (yang saya dapat dari nonton serial Netflix 'The Let Down') 93% Asian co-sleeps. 

Yeay, akhirnya nulis jugaaa... Nanti kalau ada yang diinget, ditambah atau diupdate lagi...

Salam Emak-Emak

You Might Also Like

1 comments

  1. Keren deh Aa Ammar langsung pengertian gitu sama adiknya, congrats once again makk.

    ReplyDelete

Subscribe