Review Buku: Jiwa yang Lapang by A.K

9:36 AM




Ada sebuah buku yang menarik saya pada sore itu, di atas lemari printer ruang kerja ayah saya. Judulnya simpel "Jiwa yang Lapang". Saya balik buku itu, oh rupanya yang penulisnya sama dengan buku "Ya Allah, tolong Aku". Kebetulan beberapa tahun lalu saya pernah baca buku itu saat lagi galau-galaunya, ya cinta ya karier, saat seperti dunia lagi mau runtuh deh. 

Judul buku: Jiwa yang Lapang
Penulis: AK
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan Pertama, November 2015
Cetakan Ketiga, April 2016
Jumlah Halaman: 202
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: IDR 65,000

"Manusia kadang hidup terlalu memaksa.
Memaksakan pikiran. Memaksakan kehendak. 
Memaksa diri sendiri. Memaksa orang lain.

Tetapi karena itu manusia mudah menjadi stres. 
Manusia tidak sadar kalau telah berbuat melampaui batas 
yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Kita harus hidup dengan merasa cukup dan memiliki jiwa 
yang lapang. Jiwa yang bisa menerima segala sesuatu 
dengan seikhlas-ikhlasnya.

Bukan berarti kita tidak harus berusaha. Kita harus selalu bekerja dengan gigih dan berdoa dengan lebih gigih lagi. Setelah itu lapangkan jiwamu untuk menerima segala ketetapan dari-Nya."

Bait di atas tertera pada halaman buku yang berwarna hijau ini dan membuat saya pun mengambilnya dan membawanya ke kamar. Lumayan untuk menemani saat menyusui. Buku berisi 200 halaman dengan jenis paper back sehingga membuatnya tidak berat dengan ukuran font yang cukup besar dan highlight menarik sehingga dapat dengan cepat diselesaikan.



Waktu itu saya pernah mendengarkan ceramah Ust. Khalid Basalamah di youtube, kata beliau agar menghndari buku tidak dibaca atau hanya sekedar wacana untuk dibaca, mulailah dari daftar isinya lalu tandailah mana yang menarik untuk dibaca. Subhanallah, menurut saya (yang kebetulan suka jadi korban fragmented realitynya Instagram) buku ini terasa pas sekali setiap babnya, semua saya tandai dan rasa sangat perlu untuk dibaca. Mulai dari Penyesalan, Belajar Rendah Hati, Bersyukur, Rezeki Tidak Akan Tertukar, Jangan Suka Menghakimi Orang Lain, sampai Hidupmu ada Tujuannya, terasa sering kita dengar tapi buku ini menyusunnya dengan rapih kembali. Bab yang paling membuat saya jlep adalah "Mengeluh Hanya Membebanimu" serta bagian "Indahnya Kesulitan Hidup". I am a very whiny person apalagi isi whatsapp ke suami, woooo isinya keluhan dan stress terutama tentang mengasuh 2 anak kecil cimil-cimil yang sangat menguji kesabaran.



Seperti yang saya bilang sebelumnya, mungkin apa yang ada di buku ini bukannya pertama kali kita dengar. Namun penulis mencoba merangkai kata untuk merangkumnya kembali agar kita bisa renungkan. Tidak lupa diselipkan ayat dan hadits yang berkaitan. Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja karena cukup general namun dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan agar kita menjadi pribadi yang lebih positif.

Oh iya, penulis A.K ini memang sengaja menggunakan nama pena anonim agar pembaca tidak terpengaruh dengan siapa yang menulis melainkan kepada apa yang ditulis. Ya misalnya aja ada buku tentang body shaming, satu ditulis Kendal Jenner yang udah tinggi semampai dan langsing pula, satu ditulis Melissa McCarthy yang memang berbadan besar. Pasti kita akan lebih percaya yang ditulis Melissa bukan padahal mungkin saja Kendal Jenner juga memiliki insecurity tinggi atas tubuhnya. *Contoh yang aneh dan hanya ilustrasi doang yaa, wkwkwk*

Overall, saya suka buku ini. Yah, gimana ya, bacaan saya sekarang kalau ngga buku parenting ya buku self help. Membaca buku ini membuat saya banyak mengangguk serta mencoba mengurangi keluhan ataupun sifat judgmental. Saya jadi tertarik untuk membaca buku-buku A.K yang lainnya. Ada yang sudah pernah baca buku ini? Atau punya rekomendasi buku serupa?





You Might Also Like

1 comments

Subscribe