Rabu, 01 Agustus 2018

Review Shabu Hachi Bogor : Restoran Favorit Keluarga Saya



Begini ya ceritanya, saya dan suami itu termasuk golongan anti rugi apalagi setelah punya anak, segala pengeluaran harus berfaedah. 

Pernah nyadar ga kalo sekalinya keluar buat makan bisa habis 500 ribu untuk berdua sampai bertiga. Trus baru sampai rumah udah berasa lapar lagi, atau bahkan kadang baru sampai parkiran mall. Saya dan suami sering banget tuh makan sushi, udah pilih minumnya ocha yang gratis, ditahan-tahan milihnya yg benar-benar dipengen aja, eh 350 ribu minimal dengan perut yang masih ga kenyang.

"Kan masih banyak tempat makan lebih murah lagi cum". Yaaa tapi gitu deh, Bapak Azi mah seleranya tinggi, diajak makan Steak Moen Moen aja ngga mau (orang depok/anak kuliahan pasti tau Steak Moen Moen).

Karena ke mureee-an tapi selera tinggi itu lah yang membuat kita hanya punya sedikit tempat favorit untuk makan sampai-sampai tidak sedikit yang suka berkomentar instastory saya "makan disitu muluu". Nah, salah satu tempatnya adalah Shabu Hachi Bogor.

Dimana? Shabu Hachi Bogor terletak di daerah Pajajaran, tepatnya di Jl Pulo Armin no. 75, Baranangsiang (hasil ngegoogling), yah pokoknya ada di google deh. Dari exit tol jagorawi km 40 bogor kota, tinggal belok kiri lurus aja terus, nanti ada di sebelah kiri jalan, sebrangnya Nike Factory Outlet.

Harganya mulai dari 128-348 ribu rupiah tergantung pilihan daging (dari australian reguler sampai wagyu). Harga tersebut belum termasuk pajak dan servis 15%. Terdapat perbedaan 20 ribu antara harga weekday dan weekend. Tambahan biaya untuk bakarannya seharga 25 ribu/orang, tetapi kalau 1 orang mau buka panggangannya untuk yakiniku grill, kena charge untuk semua yang makan bareng, misalnya pergi ber3, nanti kenanya 75.000.

Kalau saya sendiri sih paling sering pilih yang paling murah, australian reguler. Soalnya lebih sering makan yakiniku grillnya dibanding shabu-shabunya. Ilustrasi harga berdua kalau weekend dengan pilihan daging australian reguler plus buka yakiniku grill adalah 400 ribu nett sudah sama tax.

Harga khusus untuk lansia (60 tahun ke atas) serta gratis untuk anak di bawah usia 4 tahun. Harga rombongan berlaku untuk 10 orang ke atas. 


Pertama, sebaiknya reservasi terlebih dahulu H-1. Karena Shabu Hachi hampir selalu ramai terutama di jam makan baik weekend maupun weekday. Kalau weekday biasanya ramai geng ibu-ibu arisan atau pengajian. Untuk reservasi agak banyaj (waktu itu saya ber-9, dikenakan DP 50%).

Datanglah tepat waktu karena waktu makan hanya 2 jam. Waktu 2 jam ini bukan dihitung dari kedatangan ya, tapi perslot waktu, jadi misalnya kita pesan untuk jam 11.00 siang lalu baru datang jam 11.30, mesti selesai jam 13.00 juga. Walaupun tidak strict banget sih asal tidak ramai. Datang lebih dulu pun juga enak karena ruang tunggunya nyaman sekali. 

Front desk dan ruang tunggu lantai bawah

Di ruang tunggu lantai atas disediakan berbagai macam cemilan, ada takoyaki, waffle, dorayaki, sampai kerupuk serta berbagai macam minuman seperti kopi, teh, dan air putih.


Ruang tunggu smoking (kiri) dan non smoking (kanan)

Masih di area yang sama, pihak restoran juga menyediakan arena bermain untuk anak-anak agar tidak bosan. Anak saya mah, malah paling senang main disini. Lumayan ada pelosotan, main dapur-dapuran, kasir-kasiran, kuda-kudaan, dan banyak lagi. Ya tapi jangan bayangin selengkap macam beebeeland atau kidzoona yang emang berbayar, ngelonjak itu namanya, hehehe. Tapi menurut saya sih udah lumayan banget ngebuat anak saya betah dan susah diajak pulang. 

Ruang bermain anak

Selain itu, kita juga boleh menunggu di ruang TV yang super cozy dengan sofanya dan full AC. Untuk ruangan TV dan bermain, makanan dan minuman tidak boleh masuk ya.


Shabu Hachi Bogor ini adalah cabang dengan tempat paling luas. Pada waktu weekend, biasanya mereka membuka tempat tambahan di aula yang prasmanan makanannya ada tersendiri (jadi tidak perlu jauh-jauh ambil ke bagian depan). 

Aula Shabu Hachi Bogor


Tempat makan area aula

Tempat makan area depan

Pilihan minumannya pun juga beragam. Mulai dari ocha, thai tea, infused water, produk nestle (milo, nescafe, dll), sampai es campur. 


Bagi yang bawa anak-anak tapi tidak suka shabu-shabu atau bbq nya, ada bubur ayam, beef dan chicken teriyaki, nasi, chicken pok pok, french fries, kaboocha, dan sebagainya yang bisa diambil. Kalau anak sudah lepas mpasi 1 tahun dan sudah boleh gula-garam, asyik banget lah pokoknya, ga usah bawa makanan lagi.


Buat shabu-shabunya serta yakiniku grillnya juga banyak banget dan lengkap, untuk proteinnya ada sliced beef, udang, ayam, ikan, kerang, bakso, mie-miean, sayur-sayuran dan banyak lagi. Saya termasuk yang ngambilnya daging-daging aja sih (makan protein sebanyak-banyaknya, karbo seminimal mungkin biar ga cepet kenyang dan muat banyak), jadi ga ngeh-ngeh banget. Kalau mau liat menu lengkapnya bisa di http://shabuhachi.com

Prasmanan untuk isian shabu-shabu

Untuk Yakiniku

Untuk makanan pembuka dan penutupnya ada pudding, ice cream (biasanya ada 2-4 rasa, tapi tidak kefoto), takoyaki, buah-buahan seperti semangka dan pepaya, serta salad buah.


Oh iya, semua bahan dan bumbu yang digunakan restoran ini dipastikan halal dan ada sertifikatnya loh. 



Di tengah-tengah restoran ada water fountain yang menyala setiap 15 menit plus tulisan shabu hachi besar dengan background taman yang biasa dijadikan tempat berfoto. Nah water fountainnya boleh banget loh buat main air dan memang disediakan shower room untuk bilas sesudah main, jadi bukannya norak, tapi dipersilahkan. Hihihi. Oh iya mengenai batasan waktu 2 jam tadi, tidak perlu takut kok, kalau untuk main-main boleh di luar itu, yang penting kita "pakai" mejanya hanya 2 jam. 

Taman di tengah restoran dan water fountain serta pengunjung dan anaknya sedang duduk (aka suami dan anak sulung saya)

Shower Room/Ruang Bilas

Di lantai atas yang sama dengan tempat menunggu dan bermain, disediakan nursery room buat menyusui dan ganti popok, lengkap dengan wastafel dan tisu kering. Cukup nyaman lah menurut saya.


Ada ga sih yang kaya saya juga, suka males keluar dekat-dekat maghrib, kalau bisa sudah di rumah. Nah musholanya shabu hachi ini bagus, bersih, harum, dan nyaman loh. Mukenanya bersih dan harum, untuk laki-laki yang mengenakan celana pendek disediakan sarung. Di pojok mushola, tertata rapi Al-quran, yasin, dan al ma'tsurat kalau mau dibaca. Mantap kannn...

mushola shabu hachi

mushola shabu hachi 2

Untuk yang membawa kendaraan pribadi, parkir Shabu Hachi Bogor ini termasuk cukup luas, namun terkadang tidak cukup. Namun jangan khawatir, ada jasa vallet terjangkau, hanya 10 ribu rupiah saja, anda terhindar dari kepusingan mencari parkir.


parkiran shabu hachi

Nah, jujur tempat shabu-shabu atau grill lainnya saya belum pernah kecuali Hanamasa tapi itu sudah lama sekali. Pernah liat shaburi dan kintan buffet tapi cuma menu di luarnya saja untuk cek harga dan tidak lebih murah dari Shabu Hachi. Tetap saja menurut saya lebih murah Shabu Hachi, plus tempatnya lebih enak dan luas karena bukan di Mall. 

Kekurangannya:
  • Ngga ada di depok! Wkwkwk, namanya juga orang mager. 
  • Kalau dapat tempat di aula, mereka slightly understaffed, jadi mau minta refill daging yang buat shabu-shabunya agak lama.
  • Kalau di cabang bogor, capit untuk BBQ ngga default dikasih kaya di cabang Ampera, jadi mesti minta.
  • Dia ada sistem poin untuk dapat merchandise, tapi sistem poin itu hanya dihitung jika dalam rombongan ada yang beli dengan harga kids (karena hadiahnya juga buat anak-anak, macam tempat minum sampai lunch box smiggle). Padahal saya sama suami termasuk sering kesini, kan lumayan yaa, kalau bisa dihitung. 

Btw, maaf ya for poor photo angle, diambil pake hp aja sambil gendong si Salsa, plus jadi susah juga mau panorama, hihihi

Kalau kalian punya rekomendasi tempat makan enak yang worth it (apalagi kalo All You Can Eat dibawah 450ribu buat 2 pax) dan kids friendly juga, mau dong masukannyaaa... 😊

Selasa, 24 Juli 2018

Belajar MPASI bersama AIMI Depok


Pic Source


Dua bulan lagi Salsa mau MPASI. Waaaa ini adalah tahap yang paling saya takutin dan ribet. Berat Ammar naiknya pelan bener di fase ini dan lama-lama stuck padahal Ammar pas ASIX mah berisi dan catch up ama anak lainnya walaupun BBLR. Nah sekarang Salsa si anak BBLR juga, tapi di masa ASIX ini naiknya tiap bulan cuma seupil, kalo anak lain naik 400 gr seminggu, Salsa mah sebulan. Sedih aku tuhhh... Nah paham kan jadinya, kenapa saya takut soalnya punya modal cadangan ga banyak kalo tau-tau MPASInya ga lancar.

Suami saya langsung sudah siap mau beliin alat MPASI yang canggih-canggih demi kesuksesan MPASI Salsa. Eh terus dapat kabar dari teman kalau AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Depok buka kelas MPASI. Yowessss, saya langsung mendaftatkan diri untuk ikutan, tidak lupa menyeret suami juga.

Pas Ammar dulu pengetahuan MPASI saya seadanya, dengan alibi sebagai ibu bekerja, bagi saya yang penting 4 bintang dan tidak jarang agar tidak repot saya kasih yang instan. Duh, ibu malas banget kan. Tapi sekarang Ammar (23 bulan) adalah anak yang sangat pemilih alias picky eater. Pusing saya dibuatnya setiap harus dikasih makan. Saya ngga mau kejadian terulang di Salsa dan ini menjadi motivasi saya untuk ikut kelas MPASI ini. Tidak lupa saya mengajak suami untuk ikut kelas ini, karena kalau anak ngga makan, sayanya yang pusing dan senewen, kalo saya senewen, yang kena kan dia juga hehehe...

Kelas MPASI dengan AIMI Depok ini diberikan oleh Mbak Yuna dan Mbak Nia. Materinya terbagi menjadi 3 bagian yaitu: Pentingnya MPASI, Cara Pemberian dan Penyajian MPASI, serta Tantangan dalam Memberikan MPASI (kalau ga salah ya). Ini versi rada-rada inget-inget lagi, soalnya kertas materinya di mobil kebawa suami ke Cirebon. 



Kenapa mesti MPASI: Karena ASI saja mulai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi anak. MPASI atau Makanan Pendamping ASI mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan atau 180 hari karena waktu ini dianggap organ pencernaan telah siap.

Tanda-tanda anak siap diberikan MPASI adalah sebagai berikut:
  • Bayi sudah dapat duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya.
  • Bayi sudah mau membuka mulut lebar-lebar bila didekatkan dengan sendok
  • Bayi tertarik dengan makanan yang kita makan
  • Reflek menjulurkan lidah sudah berkurang.

Peragaan membuat MPASI
Yang utamanya adalah, MPASI itu sebenarnya mudah, lokal dan terjangkau. Jadi ngga usah maksain ngasih anak yang aneh-aneh dan sehari-hari keluarganya ga makan. Ya buat coba coba sekali-kali boleh lah. Misalnya kalau ngga biasa makan zucchini, ga usah bela-belain beli zucchini jauh-jauh. *btw, gw bahkan ga tau zucchini apaan. Beli di tukang sayur lewat pun sudah oke kok.

Alat-alat untuk MPASI juga ngga ribet-ribet kok, selain yang ada di dapur, paling butuhnya saringan kawat saja, jadi tidak perlu khusus membeli alat MPASI. Walaupun kalau mau traveling lumayan membantu kalau pakai yang tipe baby food maker kaya dibawah. Kalau mau pakai slow cooker juga tidak apa-apa, setidaknya sehabis MPASI berakhir masih bisa dibuat untuk makanan lain.


Baby Food Maker

6 bulan (2 minggu pertama, Tahap Perkenalan)

Bentuk: Puree (lebih kental dari bubur ayam, kalau sendok dimiringin ga langsung jatuh)
Frekuensi: 1-2x sehari
Jumlah: 2-3 sendok makan orang dewasa
Pada 2 minggu pertama ini, yang diberikan adalah menu tunggal, terserah mau mulai dari buah-buahan kah, atau protein agar bayi mengetahui rasanya. 

Setelah menu tunggal, bisa dilanjutkan dengan menu 4 bintang (karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta lemak tambahan). Nah yang ini juga sama, lemak tambahan ngga harus UB (unsalted butter) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil), minyak goreng kelapa (mungkin maksudnya semacam Barco kali ya) yang ada di rumah juga boleh (masih baru ya, bukannya jelantah atau habis goreng).

Ini kemarin dicontohin foto begini juga pas di kelas kalau ngga salah. Source: zonamama.com


6.5 – 9 bulan

Bentuk: Bubur Saring
Frekuensi: 2-3x sehari
Jumlah: 125 ml

Kalau bisa berikan makanan sevariasi mungkin supaya si anak mencoba berbagai macam rasa. Ini penting supaya dia tidak asing dengan rasa dan menjadi pemakan segala (hehehee). 

Nah cara bikinnya bisa dengan dikukus bahan-bahannya, terus dimash dan disaring pakai saringan besi. Penyajian di piringnya tidak perlu dicampur sebenarnya (ya kaya orang dewasa, ada yang tim makan bubur ayam diaduk, ada yang ngga). Hal ini dimaksudkan agar anak dapat merasakan perbedaan masing-masing rasanya.

Karena lokal dan terjangkau, maka akan lebih mudah jika diberikan dari menu keluarga (Nah, yang susah itu yang ngga rajin masak kaya saya, seringnya Gofood, atau masakannya ga sehat, hehhee). Misalnya hari itu masaknya Sop Ayam isinya ada wortel, buncis, kentang, daging ayam, sebelum ditambahkan garam dan perasa lainnya sisihkan untuk MPASI hari itu.


9 – 12 bulan

Bentuk: Mulai lebih kasar, Anak sudah mulai  bisa pegang makanan (coba kasih finger food)
Frekuensi: 3x sehari, 2x selingan (snack)
Banyaknya: 125-200 ml

Bisa naikkan teksturnya sesuai kemampuan anak selama dia mau dan tidak tersedak. Waktu kemarin saya menanyakan tentang anak saya Ammar yang dari bubur langsung skip ke nasi (hampir tidak ada fase nasi tim), katanya tidak apa-apa asal anaknya mau. Oh iya metode finger food bisa dikombinasikan dengan spoon feeding ya, jadi si anak tetap fun tapi tetap banyak yang masuk.


12 bulan ke atas

Sudah disamakan dengan menu keluarga. Yuhuuu.. Walaupun melihat keadaan si anak juga.

Selama pemberian MPASI sebaiknya:

  • Sesuaikan tekstur saat makanan sudah matang, jadi dimasak dulu baru dihaluskan dan sebagainya. Jangan gunakan tepung beras, ini berarti penyesuaian tekstur sebelum dimasak, karena rentan dapat menyebabkan sembelit.
  • Sebaiknya tidak memberikan tambahan perasa seperti gula dan garam sebelum umur 1 tahun. Karena toleransi rasa orang Indonesia yang sangat asin dan sangat manis tidak baik untuk bayi (kan kita sering nyobain, kok kayanya masih hambar, padahal buat bayi sudah cukup gurih).
  • Dilakukan secara aktif responsif (anak aktif menyambut makanan, ibu responsive terhadap anak,  dengan kata lain jangan disambi main hp kali yaaa)
  • Lebih menyenangkan jika bersama-sama dengan jam makan anggota keluarga lain
  • Jangan dicampur dengan kegiatan lain seperti nonton tv apalagi gadget. 
  • Ibu jangan marah-marah di depan anak kalau lagi GTM, senyum aja. Marah-marahnya ke suami aja (beneran loh pematerinya ngomong gini, hihihihi). Dan jangan pula dibawa jalan-jalan atau main-main, solusi sementara saja, nanti repot ke depannya karena persepsi si anak akan berubah menjadi kalo makan mesti jalan-jalan.
  • Kalau GTM karena sakit atau tumbuh gigi dsb, coba turunin tekstur dulu aja, tetap tawarkan makan ya, jangan malah berhenti.
  • Jika anak minta ASI terlebih dahulu tidak apa-apa, jeda 15 menit dari disusui baru bisa mulai dikasih makan. Berbeda dengan Susu Formula yang membuat kenyang perut, kalau ASI dia tetap membuat anak siap makan lagi setelah mimik.
  • Untuk mengetahui jikalau ada reaksi alergi, sebaiknya membuat jurnal catatan apa yang dimakan anak. (Reaksi alergi dapat melalui kulit seperti eczema, napas grok grok, pencernaan mencret ataupun sembelit)

Nah pada intinya, MPASI bukan sekedar pemberian makanan untuk anak dalam rangka pemenuhan gap kebutuhan energi si anak, tetapi juga waktu untuk mengenalkan berbagai jenis makanan agar kelak anak menjadi pemakan segala (ini anaknya Mbak Yuna yang jadi instruktur jadi gini loh, #mommygoals banget kan).

Alhamdulillah, saya merasa sih ikutan kelas ini berguna, karena jujur sebelumnya saya pikir MPASI itu super ribet apalagi kalo liat Instagram (kok banyak bahan-bahan yang saya ga familiar gituu). Yang tadinya saya takut, jadinya rada penasaran barang kali peruntungan BB Salsa membaik pas masuk MPASI dan semoga kesalahan saya yang dulu saat MPASI Ammar tidak terulang lagi.

Ada 3 bapak yang ikutan disini

Nanti kalau saya ingat lagi diupdate yaa (atau mungkin saya share juga implementasinya, hehehe).. Oh iya AIMI Depok mau ngadain Kelas MPASI lagi bulan September, yang ngisi dr Asti, konsuler ASI yang terkenal (tapi ku pun belum pernah coba, hanya dengar aja).

Details click here


Jumat, 20 Juli 2018

Perbedaan Popok Perekat dan Celana serta Tingkatan Kelasnya




Dear Mommies,

Kali ini saya mau membahas jenis-jenis popok sekali pakai dan tingkatan levelnya. Ada 2 jenis tipe popok sekali pakai (baik bagi dewasa maupun bayi) yaitu tipe perekat atau tape dan tipe celana atau pants.

Popok tipe perekat

Pemakaian: 
biasanya dari newborn sampai umur 4 bulan atau lebih tergantung kapan anaknya mulai susah diam dan kabur-kaburan saat digantikan popok. 

Kelebihan: 
  • Kalau mau ngecek popok ada isinya atau tidak tinggal buka perekat, kalau masih belum ada isinya bisa direkatkan kembali.
  • Harga lebih murah daripada tipe celana (mungkin karena proses pembuatannya hanya dipotong dan diberi perekat, sedangkan kalo pants kan harus dijahit)
Kekurangan: 
Susah dipakaikan jika anaknya sudah lincah, makanya kalau diperhatikan popok tipe perekat ukuran L biasanya sering diskon/kurang laku karena pada rentang berat ukuran L biasanya anak sudah lincah kesana kemari.

Popok tipe celana

Pemakaian: Biasanya dipakaikan ketika anak sudah mulai banyak bergerak. Kapannya tergantung anak itu sendiri. Ada kalanya juga popok celana dipilih karena cutting popok perekat yang sudah kekecilan tapi kalau naik ukuran masih kebesaran, akhirnya ganti ke tipe celana dengan ukuran yang sama.

Kelebihan: Dipakai seperti celana, anak tidak perlu tiduran, cocok untuk anak yang tidak bisa diam.

Kekurangan:
  • Harga lebih mahal dibandingkan perekat
  • Sekali dirobek pinggirnya, tidak bisa digunakan kembali


Tingkatan Kelas Popok Sekali Pakai

Hampir setiap merk memiliki lebih dari 1 jenis popok agar bisa mengakomodir semua kelas. Mulai dari yang ekonomis sampai yang premium. 

Kelas Ekonomis:

  • Cenderung lebih minimalis, fungsi utama adalah menahan pipis dan pup. Aksesoris tambahan tidak ada.
  • Biasanya daya tampung lebih sedikit dan gel di dalam popok "suka berantakan", jadi kalo ada isinya terlihat bentuknya ga rapih aja gitu.

Kelas Menengah:

  • Ada di tengah-tengah, kualitas permukaan popok biasanya lebih baik dari yang ekonomis, gel nya juga tidak kemana-mana.
  • Biasanya sampai kelas ini, masih belum dilengkapi roll tape dan wetness indicator

Kelas Premium:

  • Permukaan popok lebih halus dan lembut (biasanya ini yang buat lebih mahal, karena untuk jaminan tidak menimbulkan ruam popok)
  • Biasanya dilengkapi dengan wetness indicator
  • Kapasitas tampung biasanya lebih besar.
  • Untuk pants, dilengkapi dengan roll tape agar mudah saat popok dibuang


Sebagai contoh gambar di atas adalah perbandingan antara Sweety Silver dan Sweety Gold Comfort tipe perekat ukuran S. Sekilas terlihat sama (tapi kalo merk lain biasanya beda tipe ekonomis dan premiumnya), namun karet pinggirnya berbeda, kelembutan dan tekstur popok juga berbeda. Yang gold lebih halus serta perekatnya bisa dicopot dan direkatkan kembali. Kalau yang silver, ketika perekatnya sudah dicopot lalu direkatkan kembali, agak tidak menempel lagi. Selain itu, yang gold memiliki core absorbent lebih banyak yang membuat daya tampungnya lebih tinggi.




Sedangkan untuk gambar di atas sebagai gambaran umum popok celana ekonomis dan premium. Biasanya yang ekonomis, cetakan popoknya lebih bebas, oleh karena itu petunjuk "front" nya hanya menggunakan tanda panah sehingga dipotong dimana saja tidak masalah. Sedangkan yang premium, cetakannya lebij tertata, bagian depan dan belakangnya jelas, pemotongan bahan oleh mesin harus pas dan dilengkapi keterangan size. Selain itu bisa dilihat juga biasanya popok celana kelas premium menyertakan roll tape (kecuali Fitti Import yang bungkusnya kuning, satu-satunga kelas premium tapi tidak ada roll tapenya).


Tingkatan
Mamypoko
Nepia
Merries
Goo.n
Sweety
Ekonomis
Standard dan Xtra Kering
Rp 1500/pc
Moko-Moko
Rp 1700/pc
Good Skin
Rp 1500/pc
Smile Baby
Rp 1650/pc
Bronze
Rp 1500/pc
Menengah

Extra Dry
Rp 2200/pc
Silver
Rp 2000/pc
Premium

Extra Soft
Rp 2400/pc
Genki
Rp 4100/pc
Smile
Rp 3300/pc
Excellent Dry
Rp 2100/pc
Gold
Rp 2100/pc
*harga untuk pants ukuran M di Shopee dengan penjualan terlaris, harga di supermarket sekitar anda mungkin lebih mahal


Semoga bermanfaat 😊

Sabtu, 14 Juli 2018

Makeup Emak Rempong dalam 3 menit


Dear All,

Lagi random aja pengen sharing make up rutin saya kalo mau ke Indomaret. Engga deng, kalo lagi perlu pergi tapi bukan ke acara yang formal. Tujuan utamanya sih ya supaya engga keliatan banget gitu pahitnya hidup sebagai emak-emak. Tapi ya gimana dong, kayanya kalo tutorial make up di youtube mah yang pas buat saya yang model-model 3 minutes make up challenge, soalnya anak udah meronta-ronta, atau suami yang sudah ga sabaran megangin anak karena saya mau dandan dulu. Padahal bisa make-upan itu udah kaya me time buat saya. Kadang kalau di rumah saja dan sedang ada waktu, saya juga suka makeupan (Please tell me, I'm not alone).


Ini yang biasanya ada di makeup pouch saya yang ujung-ujungnya tetap kalah prioritas sama popok dan baju ganti anak. Jadi tetap ga dibawa 😂

Berikut step minimal andalan saya:

1.       Sunblock
Ini step wajib soalnya saya pakai exfoliating toner yang mengandung glycolic acid dalam skincare regimen saya yang membuat kulit lebih sensitive terhadap sinar matahari. Saya pakai Biore UV Perfect Protect Milk, teksturnya ringan dan kalau dipakai kaya ada rasa-rasa halus velvety gimana kaya abis pakai primer.

2.       Foundation
Favorit saya Bourjois Healthy Mix Serum Foundation, saya pakai shade 53 (Beige Clair). Ringan dan hasilnya natural, memang coveragenya ringan tapi bisa di build up (kalau sempet). 

3.       Cream Blush
Emina Cream Blush Cheeklit yang shadenya Pink ini udah repurchase 3 kali mungkin ya, soalnya makainya gampang (tinggal totol-totol dan balurin pakai tangan, tapi jangan terlalu grasak grusuk, bisa mindahin foundationnya) plus harganya murah (terpenting ini, ketika prioritas nomer satu adalah susu dan popok). Kalau engga pakai ini, biasanya saya pake lipstik yang akan dipakai saat itu. Walaupun sesungguhnya saya penasaran dengan nars cream blush (banyak gaya, pakai yang powder biasanya aja belum pernah, hehehe). 

4.       Eyebrow Pencil
Saya engga bisa ngalis sebenarnya, gagal mulu mau bikin frame, jadi most of the time cuma ngisi aja kalo ada yang kosong. Boro-boro lah ya bisa on fleek macam di Instagram gitu. Produk andalan saya sih Etude House Drawing Eyebrow yang shade Dark Brown soalnya udah sekalian sama spoolie juga. Sebenarnya saya suka skip juga sih bagian ini, ini part dimana saya agak curang sih karena saya ga terlalu perlu ngalis.

5.       Mascara
Ini kecintaan yang baru saya temukan. Kalau saya engga sempet pakai apa-apa, minimal sunblock sama mascara mesti dipakai kalau mau keluar. Saya baru sadar kalau mascara itu membuat mata lebih terbuka, jadi agak kurang gitu beler-belernya. Produk kecintaan saya Maybelline Push Up Drama, bagus banget, ngasih volume iya, manjangin juga iya, curling juga iya. Super luv.

6.       Eyeliner
Eyeliner favorit saya dari dulu dan ngga ganti-ganti adalah Maybelline Eyestudio Hypersharp Liner, tangan saya agak tremor dan ini bisa ngegaris tipis gitu, kalo salah masih bisa langsung cepat-cepat diseka dikit pakai tangan. Saya engga suka sama yang bentuknya gel atau pensil, lebih suka yang tipe begini. Udah repurchase 5-6x mungkin ya, sudah sedari kuliah S2. Tapi kemarin saya nyobain eyelinernya Esqa pas diskon 50% di Sociolla, eh enak jugaa ternyataaa…

7.       Shading/Contour
Yah, kalau liat di foto, yang belum di mention ya si Eyeshadow Emina yang shade Gelato. Tapi map kalo kecewa, saya ngga bisa pakai eyeshadow juga, udah nontonin tutorialnya di youtube berkali-kali, gagal mulu, plus perlu banyak kuas, sedangkan kalo make upan saya pakai tangan semua biar cepet dan ga ribet. Nah si emina yang shade gelato ini ada 2 warna shimmery bisa dipakai buat highlighter ala-ala dan 1 warna matte coklat gelap yang bisa dipakai untuk shading sekenanya hidung saya yang pesek ini.

8.       Lipstik
Terakhir adalah step favorit yang pasti paling banyak produknya dimiliki oleh wanita. Plus lipstik ini paling dipengaruhi oleh mood. Produk favorit saya: Emina Creammatte yang shade Fuzzy Wuzzy (napa banyak bener produk emina yang saya suka ya, padahal target usernya Emina itu anak sekolahan yang masih muda, lahh saya mah udah emak-emak), Maybelline Sensational Powder Matte shade Touch of Nude, Bourjois Rouge Edition Velvet (BREV) shade Happy Nude Year. Biasanya kalau perginya agak lama, yang sempat di touch up pun cuma lipstik, jadi terkadang di tas ada beberapa lipstik, kalau bawa barang-barang di atas lainnya engga cukup (kalah saing ama baju ganti dan popok anak).


Yah beginilah kira-kira hasilnya...

Selfie diam-diam di Grabcar, semoga masnya engga nyadar



Maap kalo hasilnya masih rada kaya mbok mbok, tapi ini masih lebih mending dari aslinya (belum sempet foto, tapi bisa juga bandingin bare face saya di post ini), plus ala ala no make up make up gitu deh... Lagian ada kalanya, the art of emak-emak make up is, you don't wanna look too done. Terlalu on point, nanti dituduh kaya Nia Ramadhani, terlalu kucel ya ituu, nanti dikira ncusnya anak-anak. 

Ini bisa 3 menit dengan latihan yang sungguh-sungguh dan himpitan hidup yang meraung-raung plus ngga pakai tools apa-apa selain tangan biar lebih cepat. Tapi saya tau banget sih kalau suami saya baca post ini (which is next to impossible), doi akan protes "apanya yang 3 menit". Klarifikasinya adalah sama pakai kerudung jadi 5 menit, sama skin care dan pakai baju sebelumnya total siap-siap 10 menit dengan syarat anak-anak tidak terlepas dan menganggu ritual emaknya ini, hahaha. 

Sebenernya sih pengen review satu-satu produk ya, tapi da aku mah takut wacana saja plus cuma make up enthusiast bukan yang jago gitu, remeh lahh...

Gimana emak-emak, biasanya semakin lama jadi ibu, mulai bisa nemuin celahnya buat makeup kilat, feel free to share jugaa :)


Bunda Menyerah dan Jadi Mamah

Dari awal, saya dan suami sudah menentukan tidak mau dipanggil mama dan papa. Saya sendiri memanggil orang tua saya Ummi dan Abi, sedangkan suami saya Ayah dan Ibu. Ketika kami akhirnya mempunyai anak sendiri, kami ingin dipanggil Ayah- Bunda.

Kenyataan pahit (lebaynya muncul) itu muncul ketika babbling (ocehan) anak saya (Ammar) pertama kali adalah yah.... Duh susah sekali rasanya bunda, harusnya dulu suami saya jangan dipanggil Ayah, tapi dipanggilnya Bapak saja biar susah (#timcurang). Lalu anak saya terkena tanda-tanda awal speech delay, babbling nya hilang. Di umur 15 bulanan, kemampuan berbicaranya tidak lebih bagus dari milestone anak 9 bulan. Sedih rasanya, padahal kemampuan intelegensia yang lainnya bagus. Akhirnya kami pun mulai menerapkan no gadget apalagi youtube selama beberapa bulan. Alhamdulillah perlahan kemampuan bicaranya kembali dan mengejar milestone seharusnya. 

Namun, ya sepertinya 'Bunda' masih jauh untuk diraih karena cukup sulit untuk diucapkan. Sekitar 3 bulan lalu setelah saya melahirkan anak kedua, saya mengatakan kepada Ammar, "ya udah deh mar, panggil Mamah aja ga usah Bunda". Lalu serta merta, mata Ammar berbinar, tangannya memegang pipi saya sambil mengucap "Mamah... mamah..." dia tampak senang bukan main, akhirnya bisa memanggil saya selain "ehhh ehhh". That was quite a moment for me. Plus mamah, pake h, sunda pisan. Ya tapi kesini-sininya, kata "mamah" paling banyak disebut sehari-hari, puyeng juga nakkk.. Wkwkwkwk.

Berdasarkan googling sana sini, ternyata penggunaan kata mama-papa bermula dari datangnya bangsa Belanda ke Indonesia. Mereka yang berpendidikan Belanda biasanya akan memanggil menggunakan kata mama-papa atau mami-papi. Sehingga pada awal kemunculannya penggunaan kata mama-papa identik dengan keluarga yang lebih berpendidikan dan modern. Nah balik lagi ke asal usul mama papa, dulu saya selalu menganggap kalo yang manggilnya mama papa itu berasal dari keluarga kaya. Jadi minder gt kalo sobat miskin manggilnya mama-papa.

Tapi sekarang saya baru sadar, penyebab sebenarnya adalah karena mama papa umumnya adalah kata babbling pertama anak kecil.  Beberapa bahasa lain juga menggunakan kata yang mirip dengan mama sebagai panggilan ibu contohnya:

  • Afrika - Mamma
  • Cina - Ma
  • India - Maan
  • Irlandia - Mamai
  • Portugis - Mamãe
Source: Google Translate

Kata 'mama' sendiri mudah dipahami oleh seluruh orang di dunia. Saya jadi kagum sama yang menciptakan 'ibu' 'bunda' 'ambu' dan bahasa daerah lainnya di Indonesia, karena pengucapannya jauh dari normalnya babbling anak. Kalo 'emak' sebenarnya masih dekat ya. Saya teringat adik saya dulu jika merefer susu itu jadi 'beis' (whatttt, jauh banget kali), tapi sekarang sih adik saya pinter-pinter aja, bukannya terbelakang juga, hahaha, mungkin dia punya bibit pencipta bahasa kali ya sebenarnya.

Ada juga ga yang gagal jadi Bunda atau Ibu dan ganti jadi Mama?

Rabu, 04 Juli 2018

Pentingnya Babymoon



Babymoon itu harus. Please. Harus. Karena setelah ini, HIDUP KAMU AKAN BERUBAH. 180 DERAJAT. *jeger-jeger, ceritanya ada backsound heboh*

Walaupun saya mengalami hamil kebo, saya tetap merasa bahwa trimester terakhir tidaklah menyenangkan. Semakin sering beser ke kamar mandi, seakan kantung kemih saya bisa saja meledak sewaktu-waktu. Belum lagi perut begah dan sulitnya menemukan posisi wuenak untuk bisa tidur nyenyak. Badan semakin berat dan sulit bergerak, makin terasa kalau gerakan sholat itu seperti olah raga. Pokoknya saya mau cepat-cepat kondisi ini berakhir. Ayo adek cepat keluar!

Tapi saya, sebagaimana layaknya ibu baru yang polos, SALAH. Melahirkan bukanlah akhir dari segalanya. Pada hari itulah gelar baru diberikan, bukan seperti gelar akademis yang didapat lalu bisa saja kita melenceng darinya. Ibu, gelar baru yang banyak menuntut lebih dari tubuhmu saat hamil, tidurmu sampai akal sehatmu.

Babymoon berasal dari gabungan kata baby dan honeymoon. Pengertiannya berdasarkan oxford dictionary adalah sebagai berikut:


Babymoon adalah waktu terakhir anda berdua yang harus dimanfaatkan karenaaaaa
  • Setelah punya anak akan sulit sekali menemukan waktu berdua. Pilihannya antara tunggu sampai anak besar atau anak sudah bisa dititipkan. Pergi dan manfaatkanlah selagi anda tidak perlu merepotkan siapa-siapa hanya untuk berduaan, atau tunggu bertahun-tahun ke depan.
  • Ketika sudah memiliki anak, traveling tidak akan semudah saat hanya berdua. Masih dapat dilakukan namun perlu effort yang lebih. Gaya-gaya ngegembel atau backpackeran akan sulit diterapkan. Say goodbye to packed itinerary! Semuanya bergantung ketahanan dan keadaan anak anda, mana yang memungkinkan, mana yang tidak. Belum lagi bawaannya, walaupun si anak badannya kecil, bawaannya ngalahin 2 orang tuanya.
  • Amanah baru bernama anak itu membawa kebahagiaan namun melelahkan, manfaatkan juga waktu untuk beristirahat dan recharge energi sebagai persiapan menyambut sang jabang bayi.
  • Bonus untuk calon ibu sebelum “kebebasannya” terenggut. Let’s face it, Ibu lah yang akan mengalami dampak terbesar dalam hidupnya dengan datangnya anak ke dalam kehidupan berkeluarga. So babymoon is a perfect time to pamper yourself together with your significant other!
  • Bukan hanya untuk calon ibu, tapi babymoon juga penting untuk calon ayah. Mungkin juga ini saat terakhir anda bisa bermanja dengan istri. Masih ingat ketika awal menikah, “the honeymoon phase” dimana anda bisa minta disuapin makan oleh istri sambil sibuk main PS4. Well, I’m telling you It won’t ever happen again. Those days are over! Sebaliknya ayah memegang peranan penting untuk membantu ibu kelak agar tidak terkena Post-Partum Depression (PPD). Berdasarkan penelitian 1 dari 7 wanita mengalami PPD dan di Indonesia sendiri kurang lebih ada 2 juta kasus PPD setiap tahunnya! Jadi lupakan itu yang namanya disuapin istri, kemungkinan malah suami yang harus bantu menyiapkan makanan.
Yang perlu dipertimbangkan juga dalam merencanakan Babymoon adalah:
  • BudgetBabymoon tidak perlu jauh dan mahal apalagi kalau hanya sekedar untuk gengsi. Yang terpenting adalah kebersamaan pasangan walaupun mungkin sebaiknya tempat yang dipilih yang tidak biasa untuk anda kunjungi atau perlu sedikit effort untuk mengunjunginya, contoh 1 atau 2 jam perjalanan darat dari rumah kaya dari Depok ke Puncak misalnya.
  • Kondisi Kehamilan – kehamilan setiap orang berbeda, namun pada umumnya jika anda ingin merencanakan babymoon, trimester 2 kehamilan adalah saat yang tepat untuk berpergian karena biasanya gejala morning sickness sudah berkurang atau bahkan berhenti serta perut belum terlalu besar. Untuk perjalanan dengan menggunakan pesawat sebaiknya dilakukan sebelum masuk ke trimester 3 (minggu ke-28), beberapa maskapai bahkan membatasi sampai maksimal minggu ke-30 saja. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan anda dan jangan lupa minta surat keterangan medis yang biasanya diminta oleh maskapai sebagai syarat untuk penumpang yang sedang hamil.
BACA JUGA: TRAVELING JAUH SAAT HAMIL

  • Jangan dibuat ribet dan pusing. Yang terpenting adalah, tujuan dari Babymoon ini adalah untuk membuat anda dan pasangan HAPPY bukan berantem! 


Bagaimana dengan anda, apakah anda merencanakan Babymoon? Atau sudah pernah melakukannya? Penting ga?