Senin, 14 Oktober 2019

Cleansing Balm Battle: Ponds, Heimish, Banilla


ponds cleansing balm


Beberapa minggu yang lalu, iklan Pond's muncul di Instastory saya. Isinya tentang berbagai macam produk Pond's untuk make up removal. Ada beberapa varian micellar water yang disesuaikan dengan jenis kulit kita. Tapi saya tidak begitu tertarik karena sudah setia dengan Garnier Oil Infused Micellar Water. Namun satu produk lagi menarik perhatian saya, Pond's sekarang punya CLEANSING BALM! Wow, tentu saja saya tertarik dan kebetulan sedang ada diskon di Marketplace.



Tahapan favorit saya dalam skincare adalah First Cleanser (Oil Based). Selama ini saya menggunakan cleansing oil dari Hada Labo dan Senka. Untuk cleansing balm, saya baru pernah mencoba Heimish Cleansing Balm, itupun sample sizenya. Sebenarnya cleansing balm Banila lah yang booming, namun harga sample size Heimish lebih murah jadi itu lah yang saya beli. Memang sensasi memakai cleansing balm itu lebih fulfilling. Cleansing balm yang seperti butter itu, ketika bertemu dengan panas tubuh di tangan mulai meleleh menjadi minyak dan melunturkan dosa masa lalu eh maksudnya makeup dan kotoran yang ada di wajah.

Harga

Ok, balik lagi kenapa saya sangat excited dengan cleansing balm Pond's, karena dia adalah Pond's, merk yang bisa kita temui dengan mudah di minimarket.
Pond's Cleansing Balm - IDR 92.000 untuk Netto 44 ml (tapi sering diskon, harga terendah selama ini adalah IDR 59.000)
Heimish All Clean Balm - IDR 165.000-200.000 untuk Netto 120 ml, IDR 13.500-20.000 untuk Sample Size 5 ml
Banila Co. Clean It Zero Original - IDR 219.000 untuk Netto 100 ml, IDR 20.000-30.000 untuk Sample Size 7 ml
Kalau dihitung harga per ml, sebenarnya Heimish yang paling murah, disusul Ponds (jika tidak diskon), lalu Banila.

banila heimish ponds
Banila (sample) - Heimish (sample) - Ponds (full size)

Kemasan, Bentuk Fisik, dan BPOM


Untuk kemasannya sendiri karena saya tidak pernah memegang full size nya Banila dan Heimish, jadi masih belum bisa membandingkan secara objektif. 

Kemasan Ponds adalah jar plastik yang sayangnya tidak dilengkapi dengan spatula untuk mengambil produk. Sedangkan kemasan sample Heimish mirip kapsul kopi, ada kotaknya tapi tutupnya mesti dikelet (bahasa apa pulak iniii). Kemasan sample banila masih lebih "sopan", mini jar plastik walau tanpa kotak ataupun segel. 

Semua warna cleansing balmnya adalah putih dengan konsistensi yang hampir mirip. Namun cleansing balm milik Ponds adalah yang paling cepat meleleh saat bertemu dengan panas tubuh.

Di antara ketiganya, heimish lah yang paling beraroma semacam floral namun bukan mawar ataupun melati dan masih bisa tercium saat sedang memakai produk, ponds memiliki bau agak mawar namun tipis sekali (setelah liat kemasannya memang dicantumkan mengandung 100% Organic Rose Extract), banila memiliki aroma yang subtle seperti produk mahal (wkwkwkw, saya tidak jago mendeskripsikan bebauan). Saya sih tidak terganggu dengan adanya bebauan ini.

Ketiga produk ini telah terdaftar di BPOM dengan nomor registrasi sebagai berikut.

Pond's Cleansing Balm - NA49191205053
Heimish All Clean Balm - NA26181207044
Banila Co. Clean It Zero Original - NA26181212213

Removal Power

Untuk menguji kekuatan removalnya, saya mencobanya pada tiga produk: eyeliner, lipstik, dan maskara. 

Tes removal power pada eyeliner (Esqa Liquid Eyeliner)

Pertama adalah eyeliner. Eyeliner yang digunakan untuk mengetes kekuatan removal masing-masing cleansing balm ini adalah Esqa Liquid Eyeliner yang bersifat waterproof. Masing-masing eyeliner diberikan cleansing balm dengan jumlah sama dan diberi tanda: P untuk Pond's, H untuk Heimish, dan B untuk Banila. Lalu dipijat dengan gerakan memutar selama 10 detik lalu dibilas dengan air (saat dibilas air dibasuh seadanya dan tidak dikeringkan dengan handuk). 

Hasilnya, eyeliner yang diberikan banila lah yang paling pudar warnanya. Disusul oleh ponds lalu heimish.

1st - Banila, 2nd - Pond's, 3rd - Heimish


Tes removal power pada Maybelline Superstay Matte Shade Self Starter

Produk selanjutnya yang saya gunakan adalah Maybelline Superstay Matte yang memang terkenal dengan ketahanannya yang cukup awet walau diajak makan gorengan. Dengan metode yang sama seperti pada eyeliner di atas, hasilnya yang dioleskan dengan Pond's lah yang paling pudar, disusul Heimish lalu Banila. 

1st - Pond's, 2nd - Heimish, 3rd - Banila

ponds cleansing balm
Tes removal power pada L'oreal Miss Manga Waterproof


Yang terakhir saya cobakan ke maskara L'oreal Miss Manga Waterproof. Semua pasti setuju bahwa maskara adalah produk makeup yang paling sulit untuk dihilangkan. Saya sendiri selama ini selalu menggunakan micellar yang mengandung minyak untuk membersihkan mascara (pre-cleanse) sebelum akhirnya melakukan double cleansing.

Untuk menilai keefektifan pada mascara agak susah. Perlu dilihat pada gambar pertama, maskara yang diujikan untuk Pond's memang lebih pendek, sehingga lebih baik fokus pada kepudaran hitamnya maskara. Menurut saya pemenangnya Pond's lagi, sedangkan Heimish dan Banila bisa dibilang seri.

1st - Pond's, 2nd - Heimish & Banila (Seri)


Jika dilihat dari harga (apalagi kalo diskon dan kemudahan produk tersebut didapatkan) serta keefektifan dari uji yang saya lakukan di atas, pemenangnya adalah Pond's. Namun tes yang saya lakukan hanya dengan memijat selama 10 detik, pada kenyataan aslinya biasanya lebih lama lagi kan. 

Namun jika anda ingin lebih teliti lagi dalam memilih produk, anda dapat membandingkan komposisinya di cosmily.com.

Cosmily.com adalah website untuk para enthusiast makeup dan skincare. Di website ini kita dapat melihat komposisi suatu produk beserta efeknya pada kulit. Kita juga bisa membandingkannya dengan produk lainnya. Selain itu dilengkapi juga dengan review dari anggota yang terdaftar.

Cosmily.com front page


banila review
Contoh informasi produknya seperti ini, informatif banget kan.

Saya ingin bandingkan ketiga produk ini di website cosmily, namun ternyata untuk produk ponds belum terdaftar akhirnya saya tambahan produk ini dengan menuliskan informasi komposisinya sesuai dengan urutan yang ada di kemasan.

Komposisi Pond's Cleansing Balm

Siwer juga mata ini ngetik komposisinya manual karena tidak menemukan komposisi yang bisa tinggal copy-paste dari website pond's. 


Setelah klik 'Submit a Product', jeng jeng langsung lah keluar hasil seperti ini

ponds cleansing balm
Pond's Cleansing Balm on Cosmily

Sayangnya website cosmily hanya bisa menampilkan perbandingan 2 produk saja, tidak bisa 3 sekaligus, jadi saya edit dan merge ya agar bisa gampang dibandingkan ketiganya.

comparison on cosmily

Nampaknya gambar di atas kurang jelas karena tampilan dari handphone ataupun gambar yang cukup panjang ke samping. Biar saya jabarkan ya

  • Dari ketiga produk di atas, Banila saja yang memiliki 1 produk high hazard yaitu 'Fragrance'. Namun sebenarnya Pond's juga memiliki 'Perfume' pada komposisinya, namun tingkat bahayanya tidak ter-rating oleh cosmily.
  • Produk pond's memiliki paling banyak 'Positive Effect' dari data yang ditampilkan. Buat saya pemilik kulit kering dan umur hampir kepala 3, anti aging serta moisturizing cukup penting dan kedua poin ini dimiliki oleh semuanya. Untuk anti aging, ponds memiliki 6 bahan yang mendukung anti aging pada komposisinya, banila 1, heimish 3. Sedangkan untuk moisturizing, pond's 3, banila 1, heimish 2. Hmmm, pond's menang lagi nihh
  • Banila memiliki tingkat comedogenic paling tinggi yaitu 2, sedangkan yang lainnya 1.
  • Pond's memiliki tingkat Fungal Acne Feeding paling tinggi yaitu 7 (Banila hanya 2 dan Heimish 3). Nah bagi yang memiliki fungal acne harap hati-hati ya. Apa itu fungal acne bisa cek disini ya.


Jadi mau pilih yang mana? Saya sih Pond's dulu yaaa... Nanti kalau suplai popok dan susu anak baru coba-coba cleansing balm yang lebih bagus dan mahal lagi, hehehhe


Selasa, 01 Oktober 2019

Buku Wajib Pegangan Orang Tua: Berteman Dengan Demam

Berawal dari festival buku online (yang memberikan harga diskon tentunya), akhirnya saya membeli sebuah buku kesehatan yang ditulis oleh Dr Arifianto Apin. Mamah muda jaman sekarang mana (terutama domisili jadebotabek) yang ga kenal dr. Apin, dokter spesialis anak tempat para ibu mencari ketenangan karena tidak mudah memvonis anak stunting dan pendekatan yang digunakannya RUM (Rational Use of Medicine). Pengikut Akun Instagram @dokterapin sendiri sudah lebih dari 200k, jadi bisa dibilang dokter selebgram. Hehehehehe




Judul buku: Berteman dengan Demam
Penulis: dr. Arifianto, Sp.A & dr. Nurul I. Hariadi, FAAP
Penerbit: Kata Depan
Cetakan Pertama: Oktober 2017
Jumlah Halaman: 250
Jenis Cover: Soft Cover
Harga Normal: IDR 78,000

berteman dengan demam
Cover depan

buku dr apin
Cover belakang

Awalnya buku in masih tertumpuk bersama buku-buku baru lain yang masih bersegel. Lalu suatu waktu, anak saya demam. Seringnya ketika demam, bapaknya anak-anak langsung menyuruh saya membawa anak ke UGD Rumah Sakit walaupun baru demam 1 hari saja. Akhirnya saya meminta suami untuk membuka dan membaca buku ini (sementara saya sibuk menenangkan anak saya yang sakit). Duh membayangkan antrian UGD yang lama saja sudah membuat saya tidak nyaman, belum lagi banyak potensi virus dan bakteri lainnya yang dapat tertular pada kita dari Rumah Sakit.

Berikut adalah daftar isi bukunya

Di dalam buku ini, penulis memudahkan kita untuk melakukan analisis pendahuluan sendiri terlebih dahulu sebelum pergi ke Rumah Sakit, seperti suhu badan anak (menggunakan termometer), apakah anak rewel, apakah ada gejala lain yang menyertai seperti flu atau diare, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk penanganan yang lebih tepat dan kalaupun harus dibawa ke dokter, hal ini dapat membantu diagnosis dokter lebih akurat.


Buku ini juga memiliki layout yang tidak membosankan dan menarik (yang saya perhatikan memang begitu tren buku non fiksi saat ini) dan cocok untuk kaum millenial. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami oleh orang yang awam dengan dunia kedokteran.

buku dokter apin

Buku ini sangat cocok untuk dimiliki oleh orang tua terutama yang memiliki anak kecil. Boleh juga jadi kado saat teman kita lahiran karena pastinya akan ada momen dimana kita panikan saat anak demam.

Sekian review singkat dari saya, semoga berguna ya :)


Rabu, 11 September 2019

Review: Make Over Powerstay Demi Matte Cover Cushion Shade N30

Karena rajin check-in di webnya sociolla Bulan Agustus kemarin, saya dapat kupon diskon 15% (walaupun ngincernya mah yang 30%). Dan ketika cushionnya Make Over diskon 20%, langsung tidak pikir panjang untuk mencheckoutnya ditambah tambahan diskon 15% lagi. Lumayan kan.

makeover powerstay demi-matte cover cushion

BACA JUGA: Review Pixy Dewy Cushion

Harga Retail: 215.000 (bisa lebih murah sampai dengan 20% di marketplace)
Pilihan Shade:
Makeover sendiri menyediakan 6 warna pilihan yang sesuai dengan kulit orang Indonesia. Berdasarkan swatch resmi yang ada saya dengan PDnya pilih warna N30 Natural Beige. Tengah-tengah gitu. Untuk merk lain sebelumnya seperti Pixy dan Emina, saya memilih aman di warna tergelap mereka (yang masih agak keputihan).

(Referensi lain: warna foundation yang paling cocok dan sama dengan warna kulit saya adalah Maybelline Fit Me Matte + Poreless Shade 130 Buff Beige)


Swatch Resmi Pilihan Warna Cushion MakeOver
Ada website yang bisa membantu dalam mencari shade foundation yang pas antar merk dengan cara memasukkan 1-2 foundation yang cocok dengan kita (makin banyak referensi yang dimasukkan, makin bagus), namanya findation.com. Namun sayang referensi untuk MakeOvernya masih kurang lengkap.


Packaging

Kemasannya khas makeover, elegan hitam. Cushion di dalamnya juga berwarna hitam dan bertekstur doff. Dilengkapi dengan applikator yang bolak balik berwarna hitam. Applikator ini sendiri diklaim antibakteri dan tahan air, sehingga tidak menyerap produk dan dapat memberikan coverage yang maksimal.

Nah loh, ada penampakannya... Maafkan mamak ga bisa foto di tempat sepi dan tenang

review cushion makeover


Sejujurnya saya termasuk orang yang santai saja dengan komposisi makeup. Mau ada paraben juga gapapa, itu kan pengawet biar produk lebih tahan lama dan ga jamuran. Namun jika ingin extra cautious, kita bisa mengecek komposisi dari makeup kita di cosdna.com. Dalam website itu terdapat informasi banyak produk kosmetik. 

Tampilan dan Informasi tentang MakeOver Cushion di CosDNA

Setelah melihat informasi di atas pasti jadi terfokuskan pada Methyl methacrylate. Senyawa ini adalah komponen plastik yang kegunaannya dalam kosmetik adalah untuk mengisi pori-pori dan garis halus. 

Produk ini sendiri sudah mengandung SPF 50/PA+++, namun  bagi saya tetap saja seperti ga afdol kalau tidak memakan tabir surya terlebih dahulu. Bebas sihhh


Aplikasi dan Coverage

First impression, agak kaget karena produk yang terambil cukup banyak karena saya kebiasaan terlalu menekan cushion. Cushion saya yang ada sudah mulai pada kering jadi harus lebih ditekan (nah ini ni jeleknya cushion, cepet kering, udahlah isinya setengah foundation biasa, sering dipakai ataupun engga masa pemakaiannya akan cenderung sama. Antara karena memang produknya habis atau kering :| ).

Setelah disesuaikan, dalam sekali tap bisa dipakai hampir semua muka loh. Dan coveragenya medium to full. Tapi berasa bukan kulit saya awalnya, walaupun setelah itu terasa lebih ringan.

makeover powerstay
Atas - sebelum, Bawah - sesudah
Bisa dilihat foto si mbok di atas, ada banyak imperfection seperti bagian bawah mata agak sedikit puffy dan gelap, beberapa bekas blemish di jidat dan pipi serta kemerahan dan pori-pori di sekitar cuping hidung yang pesek wkwkwkw. Semuanya cukup tersamarkan dalam satu layer. 

Dalam pengap

BACA JUGA: Review Purbasari Pore Perfecting BB Cushion

Ketahanan

Saya memakai cushion ini setelah sholat dzuhur jam setengah 1 siang. Sampai sekitar jam 7 , masih terlihat kalau cushionnya masih ada. Awet banget, padahal saya tidak pakai primer, dan beberapa kali wudhu dan DIUSAP! Tapi memang di dalam ruangan terus. Dari semua cushion yang pernah saya coba, saya rasa ini yang paling tahan.

Mau cobain tahan berapa lama tapi takutnya malah bablas dan ketiduran masih pakai make up (Walaupun suka tidak sempat skincare rutin tiap hari, tapi kalau masalah cleansing itu nomor 1 bagiku). Jadi mumpung anak-anak lagi jinak, saya bersihkan deh. Ngga difoto juga soalnya sudah malam dan cahayanya sudah tidak sama.


Overall? 

Dari 3 cushion lain, tentu saja Make Over paling menang. Namun perlu diingat juga kalau harganya 100ribu lebih mahal dari Pixy, Purbasari, Emina. Worth to buy, tapi yang modis (modal diskon) kaya saya, ya tunggu diskon. Heheheheh


Bonus (yang bikin sakit mata), maap ya emang ga jago pake mascara

Kamis, 29 Agustus 2019

Review Buku: Inilah Jalan Hijrahku oleh Rene Suhardono

Sudah lama tidak mengulas buku, padahal wacana yang dibuat awal tahun adalah rutin review buku minimal sebulan sekali di #rabubuku. Dasar Sumayyah si Wacana.

Karena flash sale kemerdekaan yang lalu, saya jadi membeli sebuah buku yang dibanderol 17ribu sahajaaa... Buku tersebut adalah


rene suhardono


Judul buku: Inilah Jalan Hijrahku "From Hopelessness to Acceptance"
Penulis: Rene Suhardono dan Intan Yamuna
Penerbit: Mizania
Cetakan Pertama, September 2018
Jumlah Halaman: 179+
Jenis Cover: Soft Cover
Harga Normal: IDR 59,000

Buku ini ditulis oleh suami-istri Rene Suhardono dan Intan Yamuna. Jujur, saya tidak tahu siapa Rene Suhardono, walaupun seiring membaca buku, ternyata beliau termasuk influencer dan tim sukses Jokowi saat menyalonkan diri menjadi Presiden pertama kali, dan juga Anies Baswedan saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Cukup aktif di dunia politik rupanya. Maafkan kekudetanku ya Bang Rene, no offense. Hehehehe...

Buku ini sendiri menceritakan tentang perjalanan hijrah mereka berdua. Bagaimana hidup mereka sebelumnya dan turning point yang akhirnya membuat mereka hijrah, dan bagaimana perubahan yang dirasakan setelah hijrah.

intan yamuna


Walaupun saya tidak tahu bagaimana sosok Bang Rene dan Mbak Muna sebelumnya, namun Bang Rene dalam bukunya dapat mendeskripsikan bagaimana kehidupannya walaupun tidak sepenuhnya eksplisit. Di buku ini juga terlihat jelas bahwa mereka mencoba untuk rendah hati tanpa merasa paling benar namun sangat berkeinginan mengajak orang lain untuk ikut hijrah juga menjadi lebih baik.

buku rene suhardono

Okay, akhirnya saya googling juga Bang Rene yang ternyata sudah cukup dikenal sebagai life coach/career coach/ dan semua titel-titel pekerjaan yang keren dan panutan. Tapi siapa sangka, walau terlihat keren di sosial media dan sering woro wiri di stasiun televisi, ternyata Bang Rene dan Mbak Muna mengalami banyak cobaan yang menguji keutuhan rumah tangga mereka. Lagi-lagi, detailnya tidak disebutkan ya, (yeeee kepo aja lo sum, wkwkwk).

Terlepas dari apa masalah sesungguhnya (tetap ya, naluri lambe muncul), menurut saya apa yang dirasakan Bang Rene sangat relatable dengan masa sekarang seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan lain-lain... Oh sosial media. Hayooo ngaku siapa yang suka pusing sama jumlah like dan engagement rate 😛. Tidak aneh sih karena Bang Rene kan kerjaannya banyak terkait dengan public relation.

Layout buku ini menyenangkan dan tidak membosankan, cocok untuk anak muda zaman sekarang. Fontnya berbeda ukuran, yang penting dihighlight, penggunaan bahasanya juga tidak kaku, campuran bahasa Indonesia dan Inggris (wah bang Ivan Lanin ga suka nih). Jadi walaupun buku ini ada 179 halaman, mungkin bisa dengan mudah dihabiskan dalam satu kali duduk, walaupun saya membacanya dalam 3 hari di sela-sela menyusui anak kalau tidak ketiduran.

Saya salut sekali dengan penulis yang mau berbagi proses hijrahnya melalui buku ini. Apalagi jika kita pernah di kutub berkebalikan, pasti akan terasa sekali bedanya dan betapa hidayah itu indah. Beda dengan saya yang memang sudah terkondisikan kondusif dari kecil, tapi ya begini-begini aja. Suka kagum sendiri sama orang yang misalnya dulu ajep-ajep sosialitas, berubah jadi berhijab dan sholehah... Duhhh mantappp...

Logikanya gini nih, kalau yang cerita pengalamannya mantan preman kan dia jadi bisa kasih insight betapa ga bagusnya jadi preman dan mengapa kita harus bertobat dan beriman. Karena fitrah manusia kan suka wondering what's on the other side. *mulai otoy deh sum*

Jadi, jika anda merasa ada yang kurang dalam hidup padahal semuanya terasa sudah sempurna, atau sedang dalam kesulitan yang rasanya tidak ada jalan keluarnya, atau simply ingin baca buku ringan namun berfaedah, This book is for you!

Happy Reading :)


Jumat, 23 Agustus 2019

Belajar di Akademi Instagram


Tanggal 20 Juli 2019 yang lalu, saya berkesempatan mengikuti Akademi Instagram. Akademi Instagram adalah sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital para wirausahawan muda di Indonesia. Acara ini dibuat oleh Instagram (dan Facebook Indonesia), diorganisir oleh Kompas TV, dan didukung oleh BEKRAF.

Katanya sih ini acara "Akademi Instagram" yang pertama di dunia. Kenapa Indonesia? Indonesia adalah pengguna Instagram terbanyak di Asia Pasifik, serta masuk ke dalam Top 5 untuk pengguna Akun Instagram Bisnis di dunia.

Pada acara ini, Instagram mengumpulkan para pakar dan praktisi yang akan membagikan insight seputar industri kreatif, teknik pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, teknik beriklan di Instagram dan Facebook. Instagram juga akan menghadirkan para wirausahawan muda yang telah sukses mengembangkan bisnisnya untuk berbagi kisah sukses. Rangkumannya akan saya jabarkan di bawah tapi mohon dimaklumi otak emak-emak yang sudah mulai terbatas yaaa dan tentunya lebih efektif kalau datang sendiri ke acaranya.

Sasarannya sendiri adalah minimal 1000 wirausahawan muda yang bergerak di 16 subsektor industri kreatif BEKRAF di kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Tapi dari pengalaman di Jakarta kemarin saja, saya rasa hampir lebih dari 500 peserta. Antriannya panjang sekali, sampai-sampai acara berjalan terlambat karena panitia harus menyediakan ruangan tambahan yang akan memperoleh relay dari ruangan utama, Aruba Room The Kasablanka di Mall Kota Kasablanka.

Saran saya datanglah minimal 15 menit sebelum jam registrasi di mulai, agar anda mendapatkan tempat yang nyaman. Acara dengan peserta pelaku bisnis biasanya cenderung giat untuk menuntut ilmu.

Sekelumit antrian, aslinya lebih panjang lagi sampai keluar-keluar dari hall kasablanka
Acaranya sendiri dibagi menjadi 5 sesi, oleh karena itu butuh waktu seharian penuh. Jadi lebih baik kosongkan agenda anda jika memang mau mengikuti kegiatan ini.

Sesi 1: Kupas Tuntas Instagram Bisnis oleh Ferdy Nandes (Kepala Bagian Bisnis Berkembang & UKM Facebook & Instagram)


Pada sesi ini Mas Ferdy berbagi tentang mengelola Instagram bisnis dengan baik. Bagaimana caranya? Dengan rutin membuat konten agar menarik perhatian pelanggan untuk melakukan pembelian serta beriklan di Instagram (yaiyalah, inti dari acara ini sebenarnya kan ini). Beberapa poin lainnya antara lain:

  • 6 foto pertama itu penting, pastikan ada deskripsi dan info. (kenapa 6? soalnya orang belum tentu scroll pas visit, kalau 6 foto pertama menarik, mengundang orang melihat ke bawah.
  • Manfaatkan Instastory, sekarang instastory lebih populer dan lebih sering digunakan oleh orang. Isinya bisa dimasukkan tentang produk/jasa yang kita jual, cara membuatnya, backstage (siapa yang membuat atau staff yang terlibat). Bisa ditambahkan fitur questions dan polling.
  • Selalu sesuaikan dengan brand kita, jangan lupa tambahkan hashtag.
  • Instagram Live juga meningkatkan brand awareness, setelah live bisa disimpan jadi IGTV. 
  • Usahakan mereply dan responsif terhadap komentar dan DM dari customer. Manfaatkan fitur quick replies.
  • Bisa beriklan lewat instastory, caranya bisa ke business.instagram.com/a/toolkit atau ke @InstagramforBusiness

Sesi 2: Membuat Konten Kreatif oleh Dimas Anggakara (Konsultan Kreatif Digital Facebook & Instagram)


Pada sesi ini dijelaskan tentang content yang efektif di sosial media yang tentunya sangat berbeda dengan media cetak ataupun televisi. Pada media televisi contohnya, klimaks suatu iklan diletakkan pada bagian akhir agar mengundang orang untuk menontonnya sampai akhir, sedangkan pada sosial media, jika 3 detik pertama tidak menarik maka orang akan cepat-cepat scroll lagi. Pengguna sosial media memang benar-benar memiliki attention span yang lebih rendah. Beberapa poin lainnya adalah:

  • Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya bersifat: Fokus, Langsung, Jangan terlalu banyak/panjang (untuk menangkap perhatian audience dengan cepat)
  • Manfaatkan lingkungan di sekitar terlebih dahulu untuk membuat content.
  • Desain konten tanpa suara, karena 70% pengguna tidak menggunakan suara saat melihat konten.
  • Regulasi 20% Teks. Jadi Teks jangan sampai lebih dari 20% dari gambar atau visual iklan.
  • Caption sebaiknya jangan terlalu panjang atau ada see more nya. (Hmmm, yang ini agak susah ya kalau mau nulis deskripsi produk kan panjang).

Kemarin kebetulan contoh-contoh kontennya milik brand-brand besar yang sudah punya banyak tim untuk content pastinya. Banyak tips memaksimalkan instastory (bahkan tanpa menggunakan applikasi tambahan) dan bisa dilakukan sendiri. Atau bisa juga memanfaatkan applikasi Inshot. Kunjungi creativehub.fb.com disini kita bisa desain dan preview iklan kita gimana jadinya.

facebook creative hub


Sesi 3: Menguasai Facebook Ads Manager oleh Yohny Chan (Manajer Mitra Bisnis Facebook & Instagram)


Pada sesi ini sebenarnya lebih baik dibuat workshop dengan menggunakan komputer (emang sudah disuruh bawa) karena teknis sekali, tapi pada kenyataan di lapangan, ngga dibuka akhirnya. Di sesi ini banyak banget hal baru dan betapa mudahnya sosial media menargetkan penggunanya dengan iklan-iklan yang ada. Jadi inget dulu suka ada iklan kaos tulisannya "Istri Terbaik yang lahir di Bulan Mei" wkwkwk... Bisaan aja, padahal itu kan karena dia tau data kita.

Langkah penting dalam membuat iklan (selain contentnya) adalah:

  • Pilih Tujuan/Objektif yang Tepat (mau brand awareness kah, atau agar mendapat traffic, serta tingkat konversi yang ditargetkan)
  • Tentukan Audiens (basicnya seperti age, gender, location. Bisa juga custom audience atau bahkan menargetkan pemirsa yang sudah loyal customer dan yang serupa dengannya). Jelaslah sudah kenapa saya dikejar-kejar iklan Sociolla mulu. :p
  • Format Iklan yang diinginkan (bisa lihat pilihannya di ads manager)
  • Di ads manager juga bisa tau berapa CTR (Click to Ratio) iklan kita. Kalau lebih dari 1% itu artinya target audiens yang kita tentukan sudah sesuai. Tapi jika dibwah 1% masih kurang bagus.
  • Tips tambahan: Bagi yang sudah memiliki website commercenya sendiri, disarankan menggunakan pixel untuk menjadi plugin di web kita.

Untuk lebih jelasnya bisa ke facebook.com/ads/create atau Applikasi Facebook Ads Manager

Tidak lama setelah dari acara ini saya sempat coba pakai facebook ads manager, tapi masih lieur, dana yang digunakan juga lebih banyak dengan impression yang lebih sedikit dibandingkan jika saya menggunakan fitur simple promote post nya Instagram. Hmmmm

Sesi 4: Menguasai Dunia Ekonomi Digital sharing antara Andy Victor (Head of Creative Tokopedia), Anto Motulz (CEO Kreavi), dan Handoko Hendroyono (Co-founder Filosofi Kopi)


Pada sesi ini, saya sudah tidak mencatat banyak, lebih banyak mendengarkan saja. Dan jadinya lupa. Hahahaha.. Maaf yaa

Sesi 5: Cerita Sukses Pebisnis Lokal sharing antara Julian Tanoto, Arif Hidayat, Merrie Elizabeth


Okay, guilty. Di sesi ini, saya sudah cabut karena sudah jam 5 sore lewat dan coffee break sore pun ditiadakan karena keterbatasan waktu plus kata orang rumah si caca badannya anget (selalu dia mah kalo emaknya ngabur bentar). Walaupun sebenarnya menarik banget sih pasti kisah sukses dari pengusaha muda yang memanfaatkan media online untuk marketingnya.

akademi instagram jakarta
Beberapa pengisi acara


Catatan untuk Penyelenggara Acara:

  • Seluruh peserta diharuskan membawa laptop beserta charger, namun sayangnya saat acara berlangsung, laptop tidak dipakai sama sekali. Mungkin aslinya untuk praktek FB Ads Manager. Tapi kemarin karena keterbatasan waktu dan tempat, hanya ditunjukkan cara pemakaiannya sekilas dan link untuk mempelajari lebih lanjut.
  • Lebih tepat waktu dan strict saja, agar acara tidak molor panjang.
  • Isi acara bagus, namun formatnya kurang efektif, lebih baik dibuat kelas kecil seperti gapura digitalnya Google. Jadi lebih intim. Saya yakin kok untuk menjelaskan hal teknis tidak perlu tataran manager, yang penting ilmunya tersampaikan, kan.
  • Karena lumayan banyak yang harus "diproses" lebih enak menjadi beberapa pertemuan kali ya (maafkan aku dan mommybrain ku ini)
Overall, Terima kasih untuk penyelenggara, semoga acara ke depannya bisa lebih baik lagi. Inisiasi dan Inisiatifnya sangat saya appresiasi.

akademi instagram jakarta
Thanks Dila, udah ngasih tau acara ini

Kamis, 25 Juli 2019

Shabu Hachi Depok, Bedanya Sama Shabu Hachi Lain?

Bulan Puasa 1440 H yang lalu tepatnya 17 Mei 2019, Shabu Hachi akhirnya resmi membuka outlet ke 7nya di Depok. Tepatnya di samping Saladin Square, Margonda Depok. Sebagai penggemar Hachi Group, tentu saya gembira sekali. Tidak perlu jauh-jauh ke Bogor untuk menikmati Shabu Hachi sekarang.



BACA JUGA: Review Shabu Hachi Bogor

Sekilas tidak ada yang banyak berbeda dari Shabu Hachi biasanya. Selama ini yang pernah saya coba adalah Shabu Hachi Bogor, Ampera, dan yang terakhir Depok. Jika boleh di peringkat untuk suasana restoran, Bogor lah pemenangnya, disusul Depok, lalu yang menurut saya kurang nyaman adalah outlet Ampera.

review shabu hachi depok


Untuk ruang tunggu di outlet Depok ini, tidak ada yang istimewa layaknya outlet Bogor yang menyediakan playground dengan banyak camilan gratisnya. Namun hanya disediakan tempat duduk dan kerupuk gratis.

review shabu hachi
Water fountain di tengah restoran

air mancur shabu hachi depok
Kedua anak ini selalu ga fokus kalau air mancurnya lagi nyala, kalau bawa anak coba pilih tempat dekat air mancur biar ga bolak balik
Layout ruangan Shabu Hachi Depok dan Bogor mirip-mirip sebenarnya. Di tengah-tengah ada water fountain yang menyala di jam-jam tertentu dan menarik perhatian anak-anak. Bedanya yang di Bogor bisa buat main air, sedangkan yang di Depok ada kolam di bawahnya, jadi bukan untuk main.

review shabu hachi

Ruang prasmanannya sendiri ada dua dengan isi yang tak jauh berbeda agar pelanggan mengambil makanan tidak terlalu jauh.

Prasmanan pertama

review shabu hachi
Prasmanan kedua
Terdapat 2 jenis harga yaitu weekend dan weekday. Masing-masing harga terbagi lagi menjadi anak-anak, dewasa, dan lansia. Terdapat juga harga khusus kelompok minimal 10 orang saat weekday. Harga yang tertera belum termasuk tax 10%. Anak-anak di bawah 4 tahun masih gratis, jadi untung banget kan saya setiap kesini bawa 2 anak hehehe.

harga shabu hachi depok


Untuk harga hampir sama dengan Shabu Hachi Bogor, yang membedakan adalah jika di Bogor untuk menambah fasilitas grill dikenakan 25 ribu/orang, di Depok dikenakan 40ribu/orang. Kok lebih mahal? Rupanya jenis daging yang disediakan untuk grill lebih banyak seperti di hachi grill, kalau di Bogor hanya ada Daging Sapi, di Depok ada Ikan, Ayam, Udang, dan lain-lain selayaknya bergama jenis daging yang digunakan untuk shabu-shabu. Di Depok, daging sapinya tersedia dengan berbagai macam jenis dan bagian serta ada yang berbumbu manis dan pedas.

shabu hachi depok
Pilihan daging untuk yakiniku/grill

Once again, karena saya lebih suka grill, jadi saya memilih paket yang paling murah yaitu Australian Reguler lalu ditambah dengan Grill. Sedangkan untuk pilihan kuah shabu-shabu di outlet depok hanya ada 4 jenis (japanese broth, original konbu, mongolian soup, dan tom yam, kalau di outlet Bogor kalau tidak salah ada 6 pilihan.

shabu hachi depok
Dessert corner
Di samping itu, dessert corner di Shabu Hachi Depok hampir serupa dengan Hachi Grill Gatot Subroto. Ada es campur, ice cream scoop, disertai banyak pilihan topping. Sayangnya saat saya kesana mesin frozen yoghurtnya sedang tidak beroperasi. Terdapat juga sushi sederhana semacam california roll dan sejenisnya (ada tiga kalau tidak salah). Makanan yang kids friendly juga banyak, mulai dari kaboocha, bubur ayam, ketan hitam, french fries, dan lain-lain. Anakku yang sangat picky eater aja selalu ada kok yang bisa dimakan di sini.

shabu hachi depok
Sushi, anyone?
Berbagai macam bumbu
Minuman mulai dari soft drink, lemon tea, green tea, thai tea, infused water, milo, kopi, dan lain-lain


BACA JUGA: Review Hachi Grill

Kelebihan dari grup Shabu Hachi adalah karena semua outletnya sudah tersertifikasi Halal MUI, masih jarang restoran serupa yang memilikinya, sehingga sebagai muslim kita bisa dengan tenang makan di sini.


Yah, kalo sama bebenjit mah gini, makannya ga bener-bener tenang :p
shabu hachi depok
Yang bisa makan dengan tenang? Of course, selain emaknya :'|
Fasilitas penunjang seperti Mushola dan Smoking Area pun juga tersedia.

Untuk reservasi Shabu Hachi Depok, bisa menghubungi ke nomor: 081263000057. Saran saya lebih baik memesan 1 hari sebelumnya agar lebih aman, walaupun terkadang di hari yang sama pun tetap bisa tergantung ramai atau tidak. Untuk pemesanan grup/jumlah besar biasanya diperlukan DP 50%. Jangan lupa untuk datang 10-15 menit sebelum waktu reservasi, karena jika telat dan restoran sedang ramai, maka jatah lama makan anda yang dikurangi.

So, tertarik untuk coba?

PS: Lelah banget ini internet dan canva lagi ga bagus koneksinya, mau nambahin watermark aja susahnya setengah mati.

Senin, 15 Juli 2019

Review: Purbasari Pore Perfecting BB Cushion Caramel dan Honey Beige

Sepertinya gempuran bb cushion lokal akan terus berlanjut. Setelah makeover yang mengeluarkan bb cushion pada Bulan Ramadhan lalu secara eksklusif di Sociolla (yang masih ada di wishlist saya tapi belum dibeli), sekarang Purbasari ikut meramaikan pasar.

BACA JUGA: Review Pixy Dewy Cushion

Harga Retail: 120.000 (bisa lebih murah di marketplace)
Pilihan Shade: Light Beige, Honey Beige, dan Caramel

review purbasari pore perfecting bb cushion
Penampakan Purbasari Pore Perfecting BB Cushion Caramel

Packaging
Packaging yang digunakan masih khas purbasari produk hydra series, temanya sama dengan packaging lipcreamnya. Kemasan doff hitam dengan tulisan purbasari berwarna gold emboss dan list emas di bagian bawah kotak, sedangkan keterangan lain menggunakan warna putih.


bb cushion purbasari



Komposisi

Dapat dilihat dari komposisi di atas tidak mengandung paraben. Pengawet yang digunakan di cushion ini ada di beberapa bahan kimia yang tertulis paling belakang di komposisinya, seperti Ethylexylglyceryn dan Disodium EDTA sama seperti cushionnya Emina. Produk ini juga mengclaim mengandung perlindungan UVA dan UVB dengan SPF 18 PA+++. Netto produk ini sama dengan cushion pada umumnya yaitu 15 gram.

BACA JUGA: Review Emina Bare With Me Mineral Cushion

Aplikasi dan Coverage

Pada review kali ini, adik saya akan mencoba shade caramel dan saya honey beige.

review cushion purbasari
Perbandingan swatch di tangan, caramel (kiri) dan honey beige (kanan)

Pilihan shade cushion purbasari hanya ada 3, namun dari 1 shade ke shade lain perbedaannya cukup jauh seperti yang bisa dilihat di atas. Kalau kalian punya kulit agak gelap, mungkin Purbasari lebih pas untuk digunakan, karena shade tergelapnya Pixy tidak segelap Purbasari. Senangnya sih mereka warm undertone, jadinya ngga abu-abu dan pas banget sama wanita Indonesia.

review cushion purbasari
Bare face - Half face (kiri saja yang pakai cushion) - Full face application, Shade Caramel

purbasari pore perfecting bb cushion
Si mbok in shade Honey Beige, dari kiri: bare face, half face (kiri saja yang pakai), full face, full face with make up

Mungkin di foto tidak terlalu terlihat, tapi ketika pakai sendiri sebenarnya ini cukup high coverage. Cushion purbasari ini cukup mudah untuk diblendnya. Pada saat pengapplikasian kami memang kurang fokus kepada area kantung mata jadi masih terlihat. Cushion ini sangat buildable dan menutupi pori-pori sekali sesuai dengan klaimnya. It's a tough choice between Pixy or Purbasari comparing their coverage but Purbasari win on this!

Ketahanan

Untuk ketahanan bisa tahan 5-6 jam tanpa touch up, lebih lama lagi kalo di set dengan bedak. Namun menurut saya ketahanan cushion Pixy masih lebih baik. Selain itu, cushion ini cenderung oxidized. 
Namun menurut testimoni adik saya, jika dipakai seharian dari jam 7 pagi sampai 5 sore, bekerja dalam ruangan dan sedang tidak sholat (jadi tidak perlu wudhu), dia cukup awaet dan stay lama tanpa touch up.

Overall? Dari 3 cushion lokal yang saya coba, mungkin peringkatnya Pixy, Purbasari, baru deh Emina. Karena ku ga begitu suka yang terlalu high coverage.

Jumat, 12 Juli 2019

Cintailah Proses




Ga tau kenapa saya ikut voting "Metamorfosis" untuk tema 1m1c minggu ke 28. Kok berat ya, saya memang tidak pintar merangkai kata atau membuat tulisan opini tentang kehidupan. Hehehe...

Jadi teringat dengan Almarhum Ayah saya yang selalu berkata, "cintailah proses". Saya muda pun suka berkelit, yang penting kan hasilnya bagus. Kebetulan dulu saya termasuk yang mudah mendapat peringkat di kelas waktu sekolah dulu dengan effort minimal. Lalu kapan saya mulai kualat? Di kuliah, karena ternyata banyak sekali orang pintar lainnya di luar sana dan mereka giat! Jadi saya mulai harus berusaha. 

People tend to take everything for granted. If they get it easy. 

Analogi yang mudah untuk emak-emak macam saya adalah. Misalkan kita membeli suatu barang diskonan yang harus rebutan dengan orang lain, pastinya akan menjadi kebanggaan tersendiri jika kita mendapatkan barang tersebut. Semakin besar potongan yang didapat, semakin bangga. Atau misalkan ketika kita bisa mendapatkan pekerjaan setelah bersaing dengan ribuan applikan lain pasti rasanya lebih fulfilling dibandingkan jika kita masuk karena koneksi.

Semakin sulit kita mendapatkan sesuatu, kita akan lebih menghargai hasil yang diperoleh. 

Jadi ada kalanya kalau saya lagi waras dan bertanya kenapa ya kok doa saya tidak dikabulkan. Ya mungkin usahanya masih kurang dan menurutNya belum tepat waktunya. Layaknya metamorfosis kupu-kupu. Sebelum menjadi kepompong, seekor ulat harus mempersiapkan diri dengan banyak makan dan tumbuh sempurna sampai akhirnya harus mencari tempat yang aman dimana dia akan menghabiskan waktu 10-14 hari sebelum akhirnya berubah menjadi kupu-kupu.

Proses ada untuk dilalui dan diambil hikmahnya. Melalui proses kita belajar dan darisananya lah metamorfosis terjadi. Proses yang baik tentunya akan memberikan faedah meskipun hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Proses juga lah yang sebenarnya mendatangkan kepuasan bagi diri kita.

Dan hidup ini adalah proses singkat yang akan menentukan bagaimana kita di akhirat. Harus dipersiapkan dengan baik.



Terima kasih sudah membaca coretan aneh dan ga jelas saya ini 😜

Jumat, 14 Juni 2019

Berlebaran di Emperan Rumah Sakit




Ada yang berbeda dengan perayaan Idul Fitri tahun ini.

Tanpa ba bi bu, diskusi atau argumen. Tahun ini keluarga kecil kami merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar saya. Berkumpulnya di Malang.

Ini kali pertama kami mudik ke daerah yang cukup jauh. Biasanya saat lebaran, kami hanya beredar di sekitar Jakarta - Depok - Bogor. Dan sejak menikah, beberapa kali saya berlebaran ke Majalengka. Tidak jauh, masih di Jawa Barat dan tidak perlu naik pesawat.

Tidak, kami bukan orang Malang. Namun takdirlah yang mengantarkan kami berkumpul di Malang. 
Hari raya Idul Fitri 1440 H yang jatuh pada 5 juni 2019 bertepatan dengan 43 hari sudah Ayah saya (Abi) dirawat di ICU RSUD Dr Saiful Anwar.

Sakit apa? Komplikasi yang bermula dari asam lambung dan berakibat sistemik. Sudahlah, saya tidak bisa menjelaskan apa penyakitnya karena saya juga bingung dan memiliki pemahaman terbatas.

Ummi, Ilina, dan Ai sudah dari awal ada di Malang karena mereka yang standby nungguin Abi. Aliya dan Dinda menyusul dari Bandung langsung ke Malang setelah Dinda ujian masuk PTN. Saya, Azi (suami saya), dan anak-anak serta Sarah terbang ke Malang pada tanggal 31. Selanjutnya Rino (suami Ilina) dan Shofiyya baru datang saat hari lebaran dikarenakan baru libur saat hari H. Ilyas dan Cindy, istrinya, baru datang malam hari di hari pertama lebaran.

Karena berlebaran di emperan Rumah Sakit, tidak ada gulai atau opor ayam, makanan khas hari raya. Ada beberapa kue kering pemberian dari tamu yang datang membesuk, namun rasanya tetap tidak sama. Walaupun begitu, kami semua sangat bersyukur bisa berkumpul.

Sempat ada pengharapan, semua dapat menjenguk abi di ICU pada hari lebaran ini. Namun, justru perawat yang menjaga sedang sangat strict. Sehingga hari itu hanya da kesempatan berkunjung 2x, dan masing-masing hanya 1 orang, tidak boleh gantian. Sementara anggota keluarga kami ada 13 di luar Abi sendiri dan kedua cucunya yang masih kecil dan sudah tentu tidak memenuhi persyaratan untuk menjenguk di ruang biasa Rumah Sakit sekalipun.

Ruang tunggu ICU dan IGD di RS Saiful Anwar terdiri dari beberapa baris kursi dan space beralaskan lantai yang cukup besar. Ruangannya terbuka terletak di depan ATM Mandiri, BNI, BRI dan Bank Jatim. Untungnya Malang tidak panas seperti Jakarta ataupun Surabaya, walaupun saat malam datang mulailah terasa gigitan hawa dinginnya. Biasanya yang masih duduk di kursi, adalah orang-orang yang menunggu kabar dari IGD. Sedangkan yang sudah mulai "buka lapak" di lantai, adalah penunggu pasien ICU. 

Selama Abi dirawat, saya sudah 4x bolak balik ke Malang. Biasanya setiap ke Malang saya tidur di hotel ataupun guesthouse, karena kasihan anak-anak jika menginap di emperan Rumah Sakit. Tapi karena high season lebaran yang membuat hotel bertarif 2x lipat, 5 malam terakhir sebelum kembali ke Jakarta pada tanggal 13 Juni, saya dan anak-anak juga ikut menginap di emperan Rumah Sakit. Alhamdulillah, anak-anak baik sekali kalaupun rewel memang rewel dari sananya.

Setiap hari, penghuni ruang tunggu berganti-ganti. Ada yang kondisi keluarganya membaik sehingga dipindah ke ruang perawatan biasa. Ada juga yang berpulang ke Sang Pemilik Hidup. Biasanya ditandai dengan tangisan, jika setelah menangis mereka berkemas berarti keluarganya telah tiada. Kalau tidak berkemas, mungkin keadaannya sedang memburuk.

Dan Abi, saat ini adalah pasien ICU terlama di RSSA Malang. He's a fighter.

Saya belajar banyak tentang hidup di ruang tunggu ini. Selain itu, ini lah pertama kalinya seseorang yang dekat/signifikan bagi saya sakit keras.

1. Umur tidak ada yang tau

Sungguh umur adalah misteri. Yang sakit keras hari ini bukan berarti memiliki umur lebih pendek dari yang sehat walafiat di saat yang sama. Beberapa kali korban kecelakaan lalu lintas masuk ke IGD RSSA dan wafat beberapa hari setelahnya. Jadi ukuran siapa yang duluan masuk Rumah Sakit atau lebih lama di ICU belum tentu yang lebih dulu dipanggil. Dengan kata lain, saya yang sehat walafiat bukan berarti mempunyai umur lebih panjang daripada Abi yang terbaring di ICU saat ini. 

2. Betapa kecilnya pengetahuan manusia

Dunia kesehatan terus berkembang. Contohnya saja wabah kolera yang mematikan di tahun 1800an sekarang sudah ada obatnya sehingga kita jarang mendengar adanya korban jiwa. Namun tetap saja, pengetahuan manusia sangatlah terbatas. Seringkali kita tidak tahu penyebab penyakit ini, diobati yang bagian sini, berdampak ke bagian sana, dan seterusnya. Hal ini mengingatkan kita untuk tidak sombong, tetap tawakkal dan disertai doa memohon pertolongan kepadaNya. 

3. Sedekah adalah penyelamat maut

Jika anda seseorang dengan latar belakang kesehatan dan mengetahui riwayat penyakit yang diderita oleh Abi. Mungkin anda akan sependapat bahwa keajaiban dan pertolonganNya lah yang masih membuat Abi bertahan. Tidak jarang jika bercerita ke teman yang pekerja medis, komentarnya selalu "berat..." 

Sesungguhnya apa yang terjadi di luar kuasa manusia. Namun jika boleh berspekulasi, mungkin apa yang dilakukan Ummi lah yang menyelamatkan maut. Setiap kali ada yang mau membantu dengan mengirimkan sejumlah dana, Ia menolak dan meminta disumbangkan saja ke lembaga amil atas nama Abi.

"Sesungguhnya, sedekah memadamkan murka Allah dan mencegah kematian yang buruk." (HR Turmudzi, Ibnu Hibban, dan Tirmizi).

4. Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang Kau dustakan?

Sungguh tidak ada sakit yang enak. Sesimpel kesusupan kayu kecil di jari tangan atau sariawan bisa mengganggu kenyamanan. Abi datang dengan faktor penyebab utama asam lambung yang membuat sesak nafas, namun kini, terganggunya satu organ mempengaruhi organ lain sehingga terjadi komplikasi dan gangguan sistemik. Jadi jika Allah cabut saja satu kenikmatan dariNya, sungguh manusia tidak berdaya. 


فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

Kalimat ini sampai diulang sebanyak 31x pada ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77 dalam surat Ar Rahman.

Ada yang pernah dengar cerita tentang seorang ahli ibadah yang hari-harinya hanya diisi full dengan ibadah? Saya ingat pernah diceritakan kisah ini (nanti saya cari lagi sumbernya). Singkat cerita di hari penentuan, Allah masukkan iya ke dalam surga dengan rahmatNya. Sang ahli ibadah protes, "dengan amalanku ya Allah". Sampai beberapa kali. Akhirnya ditimbanglah amal ibadah dan nikmat yang Allah telah berikan. Ternyata amal ibadahnya yang non stop seumur hidup hanya bisa impas dengan nikmat mata saja. 

Nah apalagi kita yang begini-begini saja. Jangan pernah merasa cukup dan semata-mata rahmat dan pengampunan Allah lah yang kita harapkan. 


Semoga ada hikmah dan pembelajaran yang bisa dipetik. 

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dari saya.